Dorong buat Posko COVID-19 di Setiap RW

MENINJAU: Bupati Kabupaten Bandung Barat saat meninjau PPKM Mikro ke Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, kemarin. (foto: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

MENINJAU: Bupati Kabupaten Bandung Barat saat meninjau PPKM Mikro ke Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, kemarin. (foto: HENDRA HIDAYAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menilai sejauh ini Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dinilai efektif menekan angka kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat. Hal itu terlihat dari tren kasus yang menurun.


Untuk itu Umbara mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh desa dengan menjadikan wilayahnya zona hijau. Hal ini diharapkan bisa ditularkan ke desa-desa lainnya di KBB supaya bisa nol kasus COVID-19. Apalagi ada rencana di setiap RW Desa Cibodas akan dibangun Posko COVID-19 agar tidak ada kasus yang muncul.

“Rencana pembuatan posko COVID-19 di setiap RW adalah langkah yang baik, apalagi Cibodas ini termasuk desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan sehingga diharapkan bisa memutus munculnya kasus COVID-19. Saya harap posko COVID-19 di setiap RW juga harus dilakukan di 165 desa yang ada di KBB,” ujar Umbara saat meninjau PPKM Mikro di Desa Cibodas, Lembang.

Dalam kunjunganya ia mengungkapkan, bahwa kegiatannya ini untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sesuai dengan instruksi Mendagri No 3 Tahun 2021 tentang PPKM mikro.

“Saya tadi pantau kesiapan sarana prasarananya dan jumlah kasus. Ternyata per hari ini, berdasarkan keterangan Pa Kades di Cibodas nol kasus COVID-19, serta baik RT dan RW semuanya zona hijau,” katanya, Senin (15/2/2021).

Ia menambahkan, dirinya dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah desa dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu ia mengaku tidak keberatan kalau diminta dan ada pasien yang sama golongan darah dengan dirinya. Menurutnya, terapi plasma darah konvalesen diyakini merupakan salah satu cara untuk mengobati mereka yang terpapar COVID-19 selain dengan cara vaksinasi.

Lebih lanjut, dirinya juga mengaku siap untuk divaksinasi COVID-19, meskipun dirinya merupakan penyintas. Sejauh ini dirinya memang belum divaksinasi karena pada saat jadwal pelakaanaan vaksinasi serentak, saat itu dirinya sedang terpapar COVID-19. “Jika memang diperbolehkan untuk vaksinasi, saya juga siap,” ujarnya.

Berdasarkan aturan terbaru yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, orang yang pernah terjangkit COVID-19 atau penyintas dapat divaksin jika sudah lebih dari tiga bulan.

Petunjuk Teknis (Juknis) baru tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lanjut usia, komorbid, ibu menyusui dan penyintas COVID-19. Juknis itu tertuang dalam surat edaran Kementerian Kesehatan Nomo HK.02.02/11/368/2021.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya mengatakan, Dana pembangunan posko dialokasikan dari anggaran COVID-19 pemerintah desa dengan menggunakan anggaran desa sebesar delapan persen.

“Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp120 juta untuk penanganan COVID-19 di Cibodas. Salah satunya untuk membangun pokos di setiap RW lengkap dengan tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, sterilisasi, serta untuk kegiatan lainnya,” pungkasnya.

(kro/b)

Loading...

loading...

Feeds