Minta Bukti Tewasnya 6 Laskar FPI Diserahkan, Polri Surati Komnas HAM

POJOKBANDUNG.com – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri masih menunggu barang bukti dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kasus tewasnya 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI). Saat ini, bukti-bukti tersebut masih dipegang oleh Komnas HAM.


Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengatakan, pihaknya sudah menyurati Komnas HAM agar segera menyerahkan barang bukti dalam kasus tersebut. Surat sudah dilayangkan penyidik hari ini.

“Sudah (dikirim suratnya) tadi pagi,” kata Andi saat dihubungi, Senin (15/2).

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam beberapa waktu lalu mengatakan, sepanjang permintaan itu bertujuan membuat terang kasus tersebut, pihaknya akan memberikannya. Namun, sesuai mekanisme hukum formal, permintaan itu perlu dituangkan dalam surat resmi.

”Setahu saya surat sudah dilayangkan, tapi kami perlu cek Senin (15/2). Sudah diterima atau belum,” tuturnya. Bila surat itu sudah diterima, Komnas HAM berjanji segera menyerahkannya. ”Jadi, kasus bisa segera diproses,” paparnya kepada JawaPos.com, Sabtu (13/2).

Sebelumnya, Komnas HAM buka-bukaan mengenai hasil penyelidikan terkait peristiwa enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di Tol Jakarta-Cikampek. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Rizieq Shihab memang benar sedang dibuntuti oleh petugas Kepolisian dari Polda Metro Jaya.

“Bahwa terjadi pembuntutan terhadap MRS (Muhammad Rizieq Shihab-Red) terhadap oleh Polda Metro Jaya, merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan MRS,” ujar Anam dalam konfrensi persnya secara daring, Jumat (8/1).

Anam mengatakan, empat dari enam laskar FPI yang meninggal dunia merupakan korban pelanggaran HAM. Pasalnya, tidak ditemukan upaya lain dari petugas Kepolisian untuk menghindarkan jatuhnya korban jiwa.

Sementara itu, dua orang yang meninggal bukan merupakan korban pelanggaran HAM. Sebab, saat peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 terjadi, polisi dan laskar FPI saling adu tembak.

“Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu, tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya korban jiwa, mengindikasikan adanya tindakan unlawfull killing terhadap empat org laskar FPI,” ungkapnya.

(jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …