Maksimalkan Potensi Perikanan Laut!

KETERANGAN : Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, Yunandar Rukhiadi memberikan keterangan pers (foto : IST)

KETERANGAN : Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, Yunandar Rukhiadi memberikan keterangan pers (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tren dunia saat ini telah beralih dari perikanan tangkap ke perikanan budidaya. Peralihan tersebut dikarenakan daya dukung ikan di laut saat ini dalam kondisi yang tidak memungkinkan.


Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengungkapkan, saat ini memang sudah sulit mencari ikan di laut ditambah cuaca buruk yang melanda. Oleh karena itu, saat ini memang harus beralih ke budidaya dan tidak mengandalkan tangkapan dari laut.

“Karena over fishing atau ikan yang ditangkap jauh lebih besar dibandingkan dengan yang berkembang biak. Sehingga, jumlah ikan di laut kini jumlahnya semakin menurun,” ungkapnya, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, motode aquaculture terutama merine aquaculture atau budidaya perikanan laut yang sudah berkembang pesat di negara maju dapat dilakukan di Jabar. Pada tahun 2019 lalu terdapat program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semasa kepemimpinan Susi Pudjiastuti untuk membuat percontohan budidaya perikanan laut di Pangandaran.

“Bahkan jaring apungnya didatangkan dari Norwegia tetapi kurang dari sepekan jaringnya hancur. Karena mungkin tidak tahan dengan ombak di Pangandaran yang lebih dari 2 sampai 5 meter. Sementara di Norwegia mungkin ombaknya tenang,” tuturnya.

Yunandar mengingatkan di Jabar mempunyai produsen jaring apung di Kabupaten Bandung Barat yang diekspor ke Tiongkok maupun Vietnam. Produk tersebut dinamakan aquatec yang diproduksi oleh PT. Gani Arta Dwitunggal.

“Hal tersebut yang membuat kami tertarik ketika dapat dilihat oleh semua pihak bahwa Indonesia, khususnya Jabar mampu membudi dayakan perikanan laut menggunakan produk dalam negeri. Terlebih pangsa pasar perikanan laut saat ini sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yunandar menjelaskan, budi daya perikanan laut di beberapa daerah sudah mulai muncul akan tetapi di Jabar belum ada. Pasalnya, Jabar menjadi jagoan dalam pengembangan budidaya perikanan air tawar dan menjadi salah satu daerah terbesar penghasil ikan tawar di Indonesia.

“Kita itu terkenal sebagai penghasil benih ikan air tawar. Jadi produksi ikan mas jaring apung di Waduk Jatiluhur, Cirata itu nomor 1 di Indonesia. Cuman sekarang kan dilarang,” pungkasnya.

(man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …