Kasus Anak Gugat Ayah Rp 3 Miliar ke PN Bandung Berakhir Damai

Koswara memeluk anaknya Deden di PN Bandung, Kota Bandung, Rabu (10/2).

Koswara memeluk anaknya Deden di PN Bandung, Kota Bandung, Rabu (10/2).

POJOKBANDUNG.com – Kasus gugatan anak terhadap ayahnya sebesar Rp 3 miliar terkait tanah warisan ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung berakhir dengan damai. Majelis hakim memutuskan kasus tersebut menempuh tahap mediasi.


Kuasa hukum tergugat, Bobby Herlambang mengatakan, dengan berdamainya kedua belah pihak, hubungan keluarga tersebut kini telah pulih sebagaimana mestinya.

”Semoga ke depannya tidak ada lagi perkara seperti ini. Sebab, ini akan jadi preseden buruk untuk anak-anak kita pada masa depan,” kata Bobby seperti dilansir dari Antara di PN Bandung, Kota Bandung, Rabu (10/2).

Proses mediasi itu pun terbilang berjalan lebih cepat dari batas waktu yang diberikan majelis hakim. Pada sidang sebelumnya, Selasa (26/1), majelis hakim memberikan tenggat waktu selama 30 hari kepada kedua belah pihak untuk menempuh mediasi. Namun pada Rabu (10/2), anak yang menjadi penggugat yakni Deden sudah berdamai dengan ayahnya yang berumur 85 tahun, Koswara, yang menjadi tergugat dalam kasus itu.

Deden tampak mendorong kursi roda yang diduduki Koswara untuk masuk ke ruang mediasi di PN Bandung. Selain itu, Deden juga memeluk ayahnya sebelum proses perdamaian di PN Bandung dimulai.

Saat itu, tangis haru menyelimuti keluarga tersebut. Selain Deden dan Koswara, para saudara dan kerabatnya pun turut hadir ke ruang mediasi tersebut.

Usai keluar dari ruang mediasi, Deden mengaku menyesal dengan apa yang telah dia lakukan. Dia mengaku sadar bahwa keluarga adalah hal yang paling utama.

”Saya minta maaf juga kepada Pak RT dan kepada masyarakat semua, itu juga sudah mendukung keluarga kami untuk berdamai,” tutur Deden.

Sementara itu, anak Koswara lainnya yang bernama Hamidah mengatakan, tidak ada pencabutan gugatan dalam perkara tersebut. Namun keputusannya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Sebelumnya, Hamidah berada di pihak Koswara melawan gugatan kakaknya yakni Deden. Dia mengaku bersyukur kasus itu bisa berakhir dengan perdamaian.

”Semuanya bersatu kembali. Sudah dipulihkan kembali. Terima kasih kepada rekan-rekan semua,” ujar Hamidah.

Gugatan itu bermula saat Deden yang tidak terima tanah warisan milik Koswara di Jalan A.H. Nasution itu akan dijual. Koswara hendak menjual tanah tersebut untuk dibagi-bagikan kepada seluruh ahli waris, termasuk Deden.

Sedangkan Deden tidak terima karena toko tempat dia mencari mata pencaharian sehari-hari itu berdiri di tanah warisan yang akan dijual Koswara. Deden menyewa bangunan toko itu sejak 2012.

(jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …