Forkompimcam Ibun Gelar Rakor PPKM Skala Mikro

RAKOR : Jajaran Forkompimcam Ibun saat Gelar Rakor PPKM skala mikro , Selasa (9/2/2021) (foto : DEDEN KUSDINAR/RADAR BANDUNG)

RAKOR : Jajaran Forkompimcam Ibun saat Gelar Rakor PPKM skala mikro , Selasa (9/2/2021) (foto : DEDEN KUSDINAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, KAB. BANDUNG – Sebagai tindak lanjut pemerintah dalam menerapkan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro mulai 9 Februari 2021, Forkompimcam Ibun menggelar rapat kordinasi terbatas berkaitan jelang penerapan PPKM berskala mikro.


Dengan mengambil tempat  di aula kantor  Kecamatan Ibun, rakor dihadiri jajaran Forkompimcam, Camat Ibun Ajat Sudrajat, Kapoksek Ibun IPTU Carsono, Danramil Paseh dan Ibun Kapten Inf Asep Sukandar dan Plt sekcam Ibun Pipin Zaenal Aripin beserta jajarannya.

Sementara peserta rakor diikuti antara lain Ketua APDESI Ibun Yanto Erawanto,Para Kepala Desa,tenaga kesehatan Kepala Puskesmas Ibun dan Sudi,Korwil Pendidikan serta dari KUA.

Sempat diterangkan kepala Puskesmas Ibun dr Candra gambaran Covid-19 di Ibun. Di wilayah cakupan Puskesmas Ibun di sekitar 7 Desa yakni Desa Ibun,Cibeet,Neglasari ,Karya laksana ,Pangguh ,Dukuh dan Lampegan.

”Sampai saat ini sekitar dari sekitar 94 RW yang masuk zona hijau 76, zona kuning 18 zona orange 0, zona merah 0.Sementara kasus positif sampai hari 9 Februari ini ada lima kasus,” terang Candra.

Sedangkan wilayah cakupan Puskesmas Sudi yang melayani kesehatan di lima Desa yakni Desa Sudi,Mekawangi, Laksana,Tanggulun dan Talun.

Dikatakan H Yunus selaku Kepala Puskesmas Sudi, yang sempat positif hanya satu itu pun tengah menjalani isolasi.

”Sementara untuk katagori desa sesuai zona, seperti Desa Laksana sudah zona hijau Tanggulun zona hijau,Talun zona hijau,Sudi zona hijau. Hanya mekarwangi masuk zona kuning.Yang paling baik masuk zona hijau dari dahulu yakni Desa Sudi,” ujar H yunus.

Dalam kesempatan tersebut Kordinator Wilayah Bidang Pendidikan PAUD,TKSD dan SMP wilayah Ibun Isak Fauzi Somantri, memasuki PPKM berskala mikro ini, berharap ada bentuk imbauan terhadap lingkungan dinas pendidikan yang ada.

”Meskipun adanya permintaan dari orang tua untuk dapat anaknya belajar secara tatap muka. Namun sampai saat ini pemerintah masih menerapkan pembelaran melalui daring dan luring,” katanya.

”Kami berharap ada bentuk keseragaman imbauan secara menyeluruh untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan daring. Jangan sampai ada pula bentuk kegiatan pembelajaran di sekolah yang melaksanakan tatap muka. Disini perlunya bersama-sama menerapkan imbauan untuk keseragaman,” ujar Isak.

Sementara itu mengenai adanya bentuk kegiatan yang bersifat sosial budaya, seperti resepsi hajatan pernikahan, Camat Ibun Ajat Sudrajat mengatakan,hal itu pihak Forkompimcam tidak dapat mengeluarkan ijin. ”Adapun seandainya tetap dilaksanakan harus mengikuti protokol kesehatan. Semisal tamu undangan dibatasi juga dengan pengaturan waktu agar dihindari kerumunan yang terjadi,” pungkas Camat Ibun.

(den)

Loading...

loading...

Feeds