Bencana Kemanusiaan di Pasar Baru Bandung, Ribuan Kios Tutup dan Bangkrut

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekitar 3.000 kios di Pasar Baru, Kota Bandung dikabarkan kini tutup. Para pedagang gulung tikar terimbas pandemi.


Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan sampaikan.

“Toko-toko Pasar Baru hampir 60 persen tutup dan sudah tidak sanggup berdagang,” ungkapnya kepada Pojokbandung, Selasa (9/2).

Iwan mengatakan, secara keseluruhan ada sekitar 5.200 kios di Pasar Baru. Jumlah kios yang buka semakin menurun sejak pandemi Covid-19 meluas sejak setahun lalu.

Dengan adanya ribuan kios yang tutup, kata Iwan, artinya ada ribuan pula pedagang dan pegawai kesulitan.

“Ada ribuan karyawan yang nganggur, ribuan pedagang yang bangkrut tidak bisa melanjutkan usaha,” ungkap Iwan.

Iwan menyampaikan, kios yang tutup itu terdiri dari bermacam pedagang dari berbagai sektor seperti pakaian atau fashion, pakaian sekolah, busana muslim, souvenir atau oleh-oleh umrah dan haji, hingga souvenir pernikahan.

Pantauan Pojokbandung, kebanyakan toko yang tutup berada pada lantai 5 maupun lantai 6.

Sementara, lantai di bawahnya masih terlihat sejumlah kios. Kendati demikian, tampak lebih sepi jika dibandingkan kondisi Pasar Baru sebelum pandemi, baik ramainya pedagang maupun pengunjung.

“Pengunjung Pasar Baru itu tidak hanya Bandung Raya, tapi kan luar Bandung, seperti kota-kota besar Jakarta, Bogor, dan lainnya. Bahkan kerap juga dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura. Semua itu kan sekarang terbatas untuk datang,” jelas Iwan.

Iwan melanjutkan, Pasar Baru kembali beroperasi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu, 26 Juni 2020. Namun, hingga sekarang kondisi yang dirasakan tak ada pertumbuhan terlalu signifikan.

“Kunjungan sekitar 10 persen dari hari normal. Banyak pedagang yang kemudian tidak memperpanjang sewa kiosnya di Pasar Baru,” ungkapnya.

Kios Pasar Baru Bandung tutup

“Saat awal-awal kan ada pembatasan kunjungan, selain itu ada ketentuan prokes yang harus dilaksanakan dengan ketat. Tapi sebetulnya, tidak dibatasi juga pengunjung mah sudah berkurang, drastis,” katanya.

Lanjut Iwan, program vaksinasi ia harapkan dapat segera berjalan tepat sasaran, sehingga pandemi kemudian dapat berlalu.

Apa yang terjadi di Pasar Baru dapat dilihat sebagai bagian dari bencana kemanusiaan yang terjadi akibat pandemi yang berlarut.

“Segera vaksinasi ini segera dilakukan supaya segala sendi kehidupan termasuk ekonomi bisa jalan,” ungkapnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds