Perbaiki Jembatan Gantung Angsana Sepanjang 75Meter!

PUTUS:Jembatan gantung Angsana sepanjang 75 meter penghubung Kecamatan Cikaum yang terputus diterjang arus luapan sungai Ciasem.(foto : IST)

PUTUS:Jembatan gantung Angsana sepanjang 75 meter penghubung Kecamatan Cikaum yang terputus diterjang arus luapan sungai Ciasem.(foto : IST)

 


POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Putusnya jembatan gantung Angsana sepanjang 75 meter penghubung Kecamatan Cikaum dengan Kecamatan Pagaden Barat membuat prihatin masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan informasi, pembangunan jembatan permanen untuk pengganti jembatan gantung, sudah dimulai sejak 2017 lalu dengan dibangun pondasi selebar sembilan meteran.

“Jembatan permanen ini kan sudah dimulai sejak tiga tahun lalu dan baru terpasang pondasinya saja, tapi sampai sekarang belum ada pekerjaan (pembangunan) lagi,” ujar tokoh warga Kecamatan Cikaum, Oing Abdurohim, saat dihubungi Senin (8/2/2021).

Keberadaan jembatan permanen penghubung Desa Cikaum Timur Kecamatan Cikaum dengan Desa Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat, sangat dibutuhkan, karena merupakan akses terdekat untuk mobilitas lalulintas warga dua kecamatan ini.

Karena itu, pihaknya mendesak Pemkab Subang maupun Pemprov Jabar agar secepatnya melanjutkan pembangunan jembatan permanen hingga tuntas, agar peristiwa jembatan gantung yang ambruk terputus, tidak terus terulang.

“Kami berharap pemerintah Subang atau provinsi agar pembangunan jembatan permanen penghubung Cikaum-Pagaden Barat yang dibatasi oleh Sungai Ciasem selebar 75 meter ini segera dilanjutkan pekerjaannya sampai selesai,” tegasnya

Senada, Kades Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat, Edi. Pihaknya meminta Pemkab Subang melanjutkan pembangunan jembatan permanen untuk mengganti jembatan gantung tersebut.

“Ke depan tolong bangun jembatan permanen, soalnya pondasinya kan sudah ada, sudah dibangun dulu sejak 2017 dengan lebar sembilan meter, jadi tinggal dilanjutkan,” kata Edi.

“Jembatan itu terputus pada hari Minggu kemarin, sekitar pukul 14.00 Wib jembatan Gantung Angsana putus diterjang luapan air Sungai Ciasem, beberapa bagian jembatan sampai kebawa hanyut air yang meluap luap,” tambanya.

Terputusnya jembatan gantung penghubung antar kecamatan ini membuat akses aktivitas warga terganggu. “Jembatan ini akses penting, sangat dibutuhkan warga, juga anak anak sekolah, para karyawan pabrik dan lainnya, sekarang jadi terganggu,” paparnya.

Saat ini pihaknya langsung melaporkan peristiwa terputusnya jembatan gantung tersebut ke pihak kecamatan. “Saya juga berharap, agar akses warga kembali lancar, sebaiknya Pemkab Subang segera membangun jembatan darurat,” pungkasnya.

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds