Pergerakan Wisatawan Diperketat Lewat Check Point

PEMERIKSAAN: Petuga sedang melakukan pemeriksaan kepada warga di Pos chek point rapid test antigen di Simpang Gadog (foto : IST)

PEMERIKSAAN: Petuga sedang melakukan pemeriksaan kepada warga di Pos chek point rapid test antigen di Simpang Gadog (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Kabupaten Bogor wajib membawa hasil pemeriksaan rapid test antigen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan sebanyak 9 titik posoko check point pemeriksaan tersebut.


Selain dibangun di sejumlah lokasi obyek wisata, khususnya di kawasan Puncak, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, check point yang dibangun Kabupaten Bogor tersebar di pos check point. Yakni, Dramaga, Kemang, Babakanmadang, Sukaraja. Kemudian, pos check point Ciomas, Cigombong, dan Rindu Alam.

“Total ada 9 pos check point, disetiap pos ada petugas gabungan yang melakukan pemeriksaan,” kata Ade.

Politisi PPP itu mengatakan, pos check point berfungsi memeriksa para pengunjung yang hendak berwisata atau melakukan kunjungan ke Kabupaten Bogor selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ade Yasin meminta warganya patuh terhadap aturan ganjil genap kendaraan di ruas jalan Kota Bogor.

“Kami menghormati kebijakan pemkot. Jadi, tolong warga Kabupaten Bogor yang melintas di Kota Bogor patuhi kebijakan ganjil genap,” ungkapnya.

Pasalnya, secara wilayah, Kota Bogor berada di tengah-tengah Kabupaten Bogor, sehingga setiap sisinya selalu berbatasan. Maka, peran warga Kabupaten Bogor sedikitnya berpengaruh dengan efektifitas pemberlakuan sistem ganjil genap.

Seperti diketahui, Pemkab Bogor tidak menerapkan sistem ganjil genap di wilayahnya, tapi ia memilih memperkuat peran satgas di tingkat kecamatan dan desa untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Saya ingin sekarang kita maksimalkan Satgas di kecamatan dan desa untuk diaktifkan kembali Satgas-satgas tingkat RT dan RW,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Aktifitas dan Mobilitas).

(ded)

 

Loading...

loading...

Feeds