Sopir dan Penumpang Angkot di Kota Cimahi Ditest Rapid

RAPID TEST: Sejumlah sopir angkot dan pedagang  jalani rapid test antigen Covid-19 di Pasar Atas, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

RAPID TEST: Sejumlah sopir angkot dan pedagang  jalani rapid test antigen Covid-19 di Pasar Atas, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sejumlah sopir dan penumpang angkutan kota (angkot) menjalani rapid test antigen di Terminal Pasar Atas Baru (PAB), Jalan Kolonel Masturi, yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Cimahi.


Kasi Angkutan Dishub, Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, rapid test antigen ini dilakukan sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang digelar di pintu keluar Tol Baros. Sekarang sasarannya sopir angkutan umum, penumpang, pedagang, hingga pengunjung pasar.

“Tak hanya sopir dan penumpang angkutan umum, rapid test antigen yang berlangsung di pelataran parkir PAB ini juga dilakukan terhadap pedagang, pengunjung pasar, dan pengemudi angkutan barang,” ujar Ranto.

Dia mengemukakan, potensi penularan Covid-19 di moda transportasi umum sangat besar. Sebab angkot digunakan oleh masyarakat berbeda setiap hari dan tidak diketahui rekam medis atau riwayat perjalanannya. Apakah mereka disiplin menjalankan prokes dalam kesehariannya atau tidak.

Ketika ada sopir angkot di Cimahi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan mengangkut penumpang, ujarnya, dipastikan trakingnya menjadi susah dan jumlahnya berlipat-lipat. Sebab, mobilitas dan interaksi sopir angkot sangat tinggi.

“Makanya perlunya deteksi dini itu sebagai antisipasi. Jika terlambat upaya untuk mentrakingnya akan jauh lebih sulit, karena angkot itu kan penumpangnya dari mana-mana,” ujarnya.

Salah satu upaya mencegah penularan Covid-19 di moda transportasi umum yang dilakukan, di antaranya pembatasan jumlah penumpang. Sesuai aturan PPKM, jumlah penumpang di angkutan umum dibatasi maksimal 70 persen. Walaupun faktanya saat ini kapasitas angkot jarang yang terisi penuh, karena penumpang juga berkurang.

Salah satu pengemudi angkot, Acep Kurniadi mengaku, belum pernah menjalani tes Covid-19. Sebagai pencegahan penularan, ketika mencari penumpang dirinya selalu memakai masker. Penumpang juga selalu diingatkan untuk pakai masker saat di dalam kendaraan.

“Ini yang pertama saya dites rapid, hasilnya negatif. Semoga aja Covid-19 cepat ada obatnya biar kehidupan dan roda ekonomi normal lagi,” tuturnya.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds