Pesantren Tahfidz Qur’an “Diusir”, Pendiri Ngadu ke Bupati dan Dewan KBB

POJOKBANDUNG.com, CIHAMPELAS – Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alam Maroko resmi “diusir” dan diminta angkat kaki oleh pemilik lahan yakni perusahaan pembangkit listrik negara, PT Indonesia Power (IP) Saguling. “Pengusiran” Pontren di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut setelah beredarnya surat yang dibuat Indonesia Power dan ditujukan kepada Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alam Maroko tertanggal 28 Januari 2021.


Dalam surat bernomor 0016/070/SGLPOMU/2021 itu pihak Indonesia Power meminta Pesantren Tahfidz Alam Maroko untuk segera pindah dari lokasi yang saat ini ditempati.

Terdapat empat poin yang disampaikan dalam surat yang ditandatangani langsung oleh General Manager Indonesia Power, Rusdiansyah tersebut. Poin pertama, Indonesia Power meminta Pondok Tahfidz Qur’an Alam Maroko untuk segera pindah atau merelokasi pesantren mereka dari wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas ke lahan lain yang dimiliki oleh PT Indonesia Power Saguling POMU.

Dalam poin kedua, IP juga meminta pihak pesantren untuk terlebih dahulu melakukan survei lokasi yang dianggap sesuai, sekaligus diminta untuk berkomunikasi dan mendapat persetujuan dari masyarakat setempat.

“Lahan yang digunakan saat ini untuk kegiatan pesantren, harus sudah kosong maksimal tanggal 10 Februari 2021,” ujar Rusdiansyah dalam surat tersebut.

Bahkan dalam poin keempat surat tersebut, pihak Indonesia Power memberikan pernyataan yang berbau “ancaman” kepada pihak pesantren.

“Apabila poin 1-3 tidak dilaksanakan, maka akan kami lanjutkan ke pelaporan pihak berwenang untuk proses penertiban,” tulis pernyataan tertulis Indonesia Power melalui General Manager Rusdiansyah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada alasan yang jelas mengapa PT Indonesia Power mendukung sikap sebagian warga dan pihak yang menolak keberadaan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alam Maroko tersebut. Padahal, pesantren yang berdiri di lahan milik negara tersebut hanya mengajarkan hafalan Alquran dan Bahasa Arab bagi sekitar 60-an santrinya.

Lalu bagaimana sikap pihak Pesantren Tahfidz menanggapi surat peringatan dari PT Indonesia Power tersebut?

Ketua Yayasan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alam Maroko, H Dadang Budiman mengatakan pihaknya menganggap pertemuan yang digelar pada 27 Januari 2021 tersebut bukanlah pertemuan mediasi antara pihak pesantren dengan perwakilan warga dan pihak yang menolak keberadaan pesantren.

“Kami menganggap itu bukan mediasi dan kami yakin itu sudah disetting. Pertemuan itu digunakan untuk menekan kami. Oleh karena itu, dari awal sampai saat ini kami tidak menerima hasil pertemuan itu,” ujar Dadang saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Selasa (2/2/2021).

Dadang menjelaskan, pihaknya sudah mengadukan perlakuan semena-mena yang diterima pihak pesantren tersebut kepada DPRD dan Bupati KBB. Selain itu, pihak yayasan juga akan segera melayangkan somasi kepada pihak IP yang sudah “mengusir” pihak pesantren dari lahan yang saat ini ditempati.

“Insya Allah DPRD KBB akan menerima kami audiensi. Kami sudah layangkan surat pengaduan ke DPRD dan Bupati. Kami yakin DPRD dan juga Bupati KBB akan bersikap netral dan tidak ada kepentingan. Camat dan perangkat ke bawah itu tidak netral. Mereka berkomplot untuk membubarkan pondok pesantren ini,” tandas Dadang.

Terkait surat peringatan yang dilayangkan PT Indonesia Power yang meminta agar segera mengosongkan tempat yang saat ini ditempati karena adanya desakan pihak yang menolak keberadaan pesantren, Dadang menyatakan pihaknya tidak akan beranjak ke mana-mana.

“Kami tidak akan mengosongkan tempat itu. Walau sekarang mereka mengancam akan melaporkan kami ke pihak berwajib. Silakan,” ujarnya.

Dadang menyatakan pihak pesantren akan tetap bertahan di Maroko dan tidak akan mengikuti surat peringatan yang dilayangkan PT Indonesia Power tersebut.

Ia berharap DPRD dan Bupati KBB dapat memberikan perlindungan bagi pihak pesantren dan juga para santri yang tengah menuntut ilmu Al-Qur’an di pesantren yang berada di pinggir Waduk Saguling tersebut.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …