Penerimaan Iuran Meningkat, Kinerja BPJAMSOSTEK Tumbuh Positif Selama Pandemi

VIRTUAL: BPJAMSOSTEK menerapkan pelayanan secara virtual selama masa pandemi untuk mencegah kontak fisik demi menekan penyebaran Covid-19. (foto : ist)

VIRTUAL: BPJAMSOSTEK menerapkan pelayanan secara virtual selama masa pandemi untuk mencegah kontak fisik demi menekan penyebaran Covid-19. (foto : ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK berhasil mendongkrak penerimaan iuran sepanjang tahun 2020 meski dalam masa pandemi Covid-19. Kerja keras menjadi kunci utama yang membuat kinerja tidak menurun dan tetap positif.


Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Dodo Suharto mengatakan, berkat usaha seluruh insan dan kerja sama yang baik dari perusahaan peserta membuat penerimaan iuran tahun 2020 mengalami kenaikan.

“Walaupun dalam situasi pandemi penerimaan iuran peserta di Jawa Barat periode 2020 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” ujar Dodo di Bandung.

Dodo menyebut, periode 2020 total penerimaan iuran BPJAMSOSTEK Jawa Barat naik dari penerimaan iuran tahun 2019. Ia berharap periode 2020 menjadi titik awal pemulihan ekonomi dan penerimaan iuran bisa meningkat.

“Tahun ini kami berharap penerimaan iuran bisa lebih meningkat dibandingkan tahun lalu,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto menuturkan, sepanjang 2020 penerimaan iuran (unaudited) tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun, walaupun terdapat implementasi PP 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran Program JKK, JK sebesar 99 persen dan penangguhan Program JP sebesar 99 persen. Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp486,38 triliun pada akhir Desember 2020.

Sementara, melihat kinerja kepesertaan BPJAMSOSTEK total 50,72 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta hingga akhir Desember 2020. Hasil ini merupakan pencapaian yang positif untuk mengakhiri 2020, meski dengan kondisi pandemi Covid-19 yang juga tidak kalah menantang bagi peningkatan kepesertaan. Sementara dari sisi perusahaan peserta atau pemberi kerja, pada periode yang sama capaian yang diraih oleh BPJAMSOSTEK sebesar 683.700 perusahaan.

“Walaupun banyak terjadi PHK akibat berkurangnya pendapatan usaha sebagai dampak dari pandemi Covid-19, BPJAMSOSTEK dapat melakukan akuisisi peserta sebanyak 17,4 juta di 2020,” jelas Agus.

Meski demikian, Agus mengaku lonjakan klaim JHT imbas dari PHK tidak bisa dihindari, yaitu sebesar 15,22 persen atau sebanyak 2,2 juta pengajuan klaim JHT pada tahun 2019 dengan nominal yang juga melonjak 24,25 persen atau sebesar Rp26,64 triliun.

Sepanjang 2020, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 20,01 persen atau mencapai Rp36,5 triliun. Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp33,1 triliun untuk 2,5 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 34.700 kasus dengan nominal sebesar Rp1,35 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 221.700 kasus dengan nominal sebesar Rp1,55 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 97.500 kasus dengan nominal sebesar Rp489,47 miliar.

“Periode 2021 harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. Kami juga siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud,” pungkasnya.

(arh/*)

Loading...

loading...

Feeds