Terapkan Prinsip Kehati-hatian, BPJAMSOSTEK Investasikan Dana dengan Baik

“Para analis pasar modal pasti sudah terbiasa membedah 6 rasio dasar setiap perusahaan seperti EPS, PER, PBV, ROE, DER, Dividen Yield. Namun harus dipahami juga bahwa pergerakan saham di Bursa Efek tidak melulu tentang fundamental. Ada faktor sentimen pasar yang irasional, namun justru sangat mempengaruhi fluktuasi harga sahamnya. Jadi, bisa saja saham LQ45 secara fundamental baik, tetapi tidak menarik para investor sehingga harganya tidak kunjung meningkat,” jelas Toto.


Toto Dia menegaskan tidak ada investasi yang 100 persen aman, meski instansi pemerintah atau badan hukum publik yang menggunakan saham jenis LQ45, tetap ada risiko yang dimiliki.

“Saya harus mengatakan bahwa tidak ada investasi yang 100 persen aman. Dalam sejarah pasar modal, ada banyak perusahaan yang sebelumnya masuk ke dalam indeks LQ45 namun harus dikeluarkan dari daftar karena kinerjanya menurun dan tidak memenuhi kriteria lagi,” tandasnya.

“Adapun unrealized loss disebabkan karena harga pembelian lebih besar dari harga pasar saat ini Wajar atau tidaknya sangat tergantung dari beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal,” ucapnya.

Toto mengatakan unrealized loss sebagai “rugi buku” yang jika dinilai berdasarkan nilai pasar pada tanggal neraca perusahaan, maka secara buku perusahaan itu menderita kerugian yang belum direalisasi. Perusahaan akan benar-benar rugi pada saat saham yang dimilikinya dijual pada harga yang lebih rendah dari harga pembeliannya.

Jika memang BPJAMSOSTEK keluar dari pasar modal, maka kemungkinan bisa menjadi sentimen buruk buat perkembangan pasar modal Indonesia. Dia menjabarkan kapitalisasi pasar di BEI saat ini berkisar Rp7.000 triliun, sedangkan nilai transaksi harian di BEI sekitar Rp18 triliun. Dengan demikian jika BP Jamsostek akan keluar dari pasar saham pasti akan sangat mempengaruhi likuiditas pasar modal.

“Jika melihat dana sekarang di saham dan reksadana milik BPJAMSOSTEK sekitar Rp150 triliun,” tandasnya.

(*)

Loading...

loading...

Feeds