Pedagang Keluhkan Naiknya Harga Daging Sapi

Ilustrasi. Foto: Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung

Ilustrasi. Foto: Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG –Harga daging sapi melonjak. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang daging sapi potong di Kab. Bandung Barat.


Soalnya, naiknya harga berdampak terhadap merosotnya omset penjualan dalam satu bulan terakhir yang berkisar antara 30 hingga 50 persen.

Pedagang di Pasar Gedong Lima, Asep Taryana (58) mengungkapkan, kenaikan harga karkas (daging tulang) dari hulu mengalami kenaikan sejak akhir Desember 2020.

“Sebelumnya harga karkas dari RPH Rp90 ribu/kg dan secara bertahap mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp95 ribu/kg,” katanya, Kamis (21/1/2021).

Sementara menurut pedagang lainnya, Rika Mustika (43), kenaikan harga daging sapi potong di tingkat hulu lantaran pasokan daging sapi yang menurun dari tempat asal ke importir.

“Negara di Asia atau lainnya berebut stok sapi, misalkan dari negara asalnya yaitu Australia,” ujarnya.

Ia menyebut, biasanya kenaikan harga daging sapi terjadi ketika Idul Fitri karena permintaan daging sapi yang meningkat dan daya beli masyarakat cukup bagus.

“Kalau itu kan tergantung momentumnya, kalau hari raya masyarakat pun akan memaksakan diri membeli daging. Terlebih kan dapat THR,” ucapnya.

Pada sisi lain, lanjut Rika, pihaknya tidak menaikan harga dengan pertimbangan dari sisi persaingan antar pedagang. Pasalnya, masing-masing pedagang tidak ingin kehilangan pelanggan.

“Kalau kita saja yang naik dan yang lain enggak, pasti pembeli akan berpindah. Hal itu juga butuh kekompakan antara pedagang,” katanya.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, cukup mempengaruhi penjualan yang kian menurun. Apalagi, daya beli masyarakat yang semakin menurun.

“Kalau hari biasa seperti sekarang masyarakat bisa menahan diri untuk mengkonsumsi daging,” imbuhnya.

Ia pun berharap, pemerintah dapat kembali menstabilkan harga dengan begitu, harga karkas (daging dan tulang) bisa kembali normal pada tingkat pedagang.

Terpisah, terkaih hal ini Kepala Disperindag Bandung Barat, Ricky Riyadi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Jabar.

“Kita intensif berkoordinasi terkait kebijakan ini agar para pedagang mempunyai solusi jangka panjang saat menghadapi kondisi ini,” ucapnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds