25 Relawan Vaksin Positif Covid-19 Tetap Dilibatkan dalam Uji Klinis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac terkonfirmasi positif Covid-19.


Namun, mereka dipastikan tetap dilibatkan dalam rangkaian riset vaksin yang berlangsung di Bandung tersebut.

“(Relawan uji klinis vaksin yang positif Covid-19) Masih diikutkan. Belum selesai kan (penelitiannya),” ujar Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil via Ponsel.

Sebelumnya, Kusnandi menyampaikan, dari 25 orang relawan uji klinis vaksin yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 18 relawan antaranya merupakan penerima plasebo atau obat kosong dan 7 lainnya penerima vaksin. Mereka terpapar setelah mendapatkan suntikan kedua.

Kusnandi menjelaskan, masa uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac sendiri masih menyisakan tiga bulan ke depan. Laporan akhir penelitian akan diserahkan bulan Juni.

Dalam masa akhir ini, tim riset melakukan pemantauan terhadap relawan uji klinis vaksin tersebut, termasuk relawan terkonfirmasi positif.

“Pemantauan. Pengukuran kadar antibodi, kita lihat yang paling penting dalam pembuatan vaksin itu adalah keamanan,” katanya.

“Melihat imunogenisitas, terakhir adalah efikasi, itu membandingkan antara yang dapat vaksin dan plasebo mana yang lebih banyak dapat penyakit,” imbuh Kusnandi.

Dengan kata lain, Kusnandi menjelaskan, temuan kasus positif tersebut dapat menjadi dasar perbandingan bahwa, penerima vaksin lebih sedikit yang terpapar daripada penerima plasebo atau obat kosong.

Selain itu, relawan penerima vaksin yang tertular Covid-19 teramati hanya mengalami gejala ringan. “Yang dapat vaksin lebih sedikit yang sakit dan sakitnya juga ringan,” katanya.

“Walaupun sudah dapat vaksin gak kebal 100 persen karena respon tubuh terhadap vaksin itu kan macem-macem, ada sebagian merespon sebagian tidak merespon, tapi sebagian besar merespons,” ungkapnya.

Selama tiga bulan ke depan, tingkat efikasi atau khasiat vaksin masih dapat berubah, naik maupun turun.

Dalam laporan sebelumnya, efikasi uji klinis di Indonesia mencapai 65,3 persen, 15,3 persen di atas syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mewajibkan 50 persen.

“Bisa berubah, harapan saya sih naik. Kan masih ada waktu tiga bulan lagi,” ucapnya.

Baca Juga: 25 Relawan Uji Vaksin di Bandung Tertular Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Adapun, hasil selama tiga bulan pertama penelitian vaksin Sinovac telah dilaporkan ke BPOM yang hasilnya keluar izin penggunaan darurat pada 11 Januari 2021.

Kusnandi mengatakan, vaksin Sinovac bisa digunakan karena telah mendapatkan sertifikat emergency use authorization (EUA) BPOM.

“EUA yang BPOM keluarkan itu ada syaratnya, adalah penelitian belum selesai tapi ada pandemi, sehingga harus digunakan,” imbuhnya.

“Makanya, dikeluarkan (izin) tapi penelitian jalan terus. Kita masih ada penelitian tiga bulan lagi baru selesai. Nanti kita bisa tahu hasil yang benernya, mungkin naek atau gimana,” tandasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …