Empat Orang Diduga Masih Tertimbun Longsor Cimanggung

Petugas mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1). Foto: ANTARA/HO-Basarnas

Petugas mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1). Foto: ANTARA/HO-Basarnas

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, hingga kini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap empat orang yang diduga masih tertimbun tanah longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.
Deden mengatakan tim, sudah berhasil menemukan 36 orang yang meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor, sisanya ada empat orang masih dalam pencarian.


“Jumlah korban meninggal dunia 36 orang, jumlah korban dalam pencarian empat orang,” kata Deden, Senin (18/1).

Ia menuturkan, hari kesepuluh pelaksanaan pencarian ditemukan empat orang dalam timbunan tanah longsor dengan kondisi sudah meninggal dunia. Empat orang itu baru teridentifikasi tiga orang, yakni dua anak bernama Abraham Sihombing (8), Daniel Alvaro Pasaribu (5), dan Roida Manaor Tampubolon (60) warga Desa Cihanjuang, satu orang lagi masih diidentifikasi petugas.

“Korban dibawa ke Posko DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawah Dadap untuk proses identifikasi,” kata Deden.

Ia menyampaikan tim gabungan memfokuskan pencarian di rumah terdampak longsoran pertama dengan melakukan pengerukan menggunakan alat berat ekskavator yang dibantu dengan keterangan keluarga korban yang mengetahui letak rumah serta posisi korban saat kejadian. Hasil pencarian di daerah itu, kata dia, menemukan empat orang dan diuga masih ada korban lain yang tertimbun di titik tersebut.

“Saat ini proses pencarian masih berlangsung menggunakan empat unit alat berat,” katanya.

Sebelumnya, bencana longsor pertama dilaporkan menimbun permukiman rumah penduduk dan orang di dalamnya, Sabtu (9/1) sore, kemudian terjadi longsor kedua menimpa petugas yang sedang melakukan pendataan dan menanggulangi daerah yang terdampak longsor. (antara/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds