Bupati Bandung Dadang Naser Batal Disuntik Vaksin Covid-19, Ada Apa?

Bupati Bandung Dadang Naser

Bupati Bandung Dadang Naser

POJOKBANDUNG.com, MARGAASIH – Bupati Bandung, Dadang M. Naser tak lolos tes kesehatan, sebagai syarat melakukan vaksinasi Covid-19, Kamis (14/1).


Meski demikian, ia mengimbau masyarakat ikut serta mendukung program vaksinasi dari pemerintah pusat.

Vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Bandung berlangsung di RS Unggul Karsa Medika.

Beberapa pimpinan ikut menjalani vaksinasi, antaranya Danlanud Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Nurdin dan KepalaBappeda, Cakra Amiyana.

“Saya usia sudah masuk 60 dan pernah ada serangan jantung pada tahun ke empat periode pertama (menjabat sebagai bupati). Jadi tidak lulus,” kata Dadang Naser.

Dadang Naser berharap, ketidakikutsertaannya dalam vaksinasi tak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 dan tidak terjebak dalam hoax. Semua proses penyuntikan vaksin Covid-19, ia katakan, sudah melalui izin BPOM dan MUI.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Bandung, Grace Mediana Purnami mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 akan berlangsung Kamis (14/1) hingga Maret 2022.

Untuk fase pertama, Kabupaten Bandung telah menerima kuota 7.560 vial vaksin.

Kuota vaksin fase pertama bagi 3.780 tenaga kesehatan. Pemberian vaksin dalam dua tahap dengan jarak 14 hingga 28 hari. Untuk mengawali, kata Kadinkes, vaksin diberikan kepada 10 peserta.

“Vaksinasi secara serentak pada 7 kabupaten/kota Jawa Barat. Ini kami lakukan sesuai edaran Mendagri, bahwa 10 tokoh ini yang akan menjadi panutan,” ujar Grace.

“Sehingga masyarakat bisa yakin, tidak takut dan ragu akan keamanan vaksin, karena sudah teruji,” timpalnya.

Pemberian vaksin, terang Grace ada syaratnya, antara lain berusia 18 -59 tahun, tidak sedang sakit, hamil atau menyusui dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Setelah mendaftar via aplikasi Pedulilindungi.id, kesepuluh peserta harus melalui beberapa tahapan. Yaitu registrasi dan verifikasi dengan menunjukkan identitas diri.

Kemudian petugas akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana, untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kemungkinan penyakit penyerta atau komorbid. Setelah lolos, barulah bisa menerima vaksin.

“Dari 10 undangan terpilih hanya dua yang lolos. Padahal sebelumnya 8 undangan lainnya sehat. Namun dalam screening umumnya tekanan darah mereka naik. Jadi kami membatalkan kepesertaan mereka sebagai bentuk kehati-hatian,” bebernya.

Setelah menerima vaksin, petugas mencatat hasil vaksinasi dan mengobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), setelah selesai peserta akan mendapat kartu vaksinasi.

Sementara terkait tata laksana vaksinasi pada puskesmas, pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui video conference.

“Untuk puskesmas, besok akan kami berikan tata laksana dari pengalaman hari ini melalui zoom. Kemudian besoknya lagi, akan kami distribusikan vaksin tersebut,” terang Grace.

“Vaksin untuk masing-masing puskesmas belum distribusikan karena belum pastikan berapa jumlah sasaran yang terundang dari masing-masing lokasi. Setelah ada kepastian jumlah baru akan kami distribusikan,” pungkasnya.

(fik/ysf)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …