Pengelola Mal di Bandung Diminta Bersabar Soal Aktivitas Selama PSBB

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) bersabar dengan peraturan PSBB Proporsional yang tengah berlaku di Kota Bandung saat ini.


Seperti diketahui Perwal No. 1/2021 Tentang Penerapan PSBB Proporsional mengatur aktivitas mal, toko modern dan ritel mulai pukul 10.00 hingga 19.00. Sedangkan restoran dan kafe bisa buka sampai pukul 20.00.

“Hal ini yang membuat anggota APPBI merasa ada diskriminasi. Sehingga mereka berharap penyamaan jam operasional,” ujar Yana kepada wartawan, Kamis (14/1).

Menurut Yana, ada beberapa tenan yang mulai mempertimbangkan untuk keluar dari mal akibat perbedaan jam operasional ini. Karena, mereka menilai keluar dari mal lebih menguntungkan.

“Karena mereka merasa kehilangan kesempatan berjualan satu jam ketimbang dengan restoran yang berjualan pada depan mal,” kata Yana.

Untuk itu, Yana meminta para pengusaha agar bersabar dengan kondisi ini. Mengingat peraturan ini berlaku sampai 25 Januari. Jika pindah ke ruko atau tempat lain, tidak akan bisa langsung berjualan.

“Kalau mereka pindah juga tidak bisa paling baru bisa perjualan satu bulan kemudian,” tuturnya.

Menurut Yana, pihaknya akan menampung aspirasi ini, untuk kemudian melihat kemunginan akan lakukan evaluasi terhadap kebijakan ini. Sebab, kebijakan Kota Bandung harus sejalan dengan pusat.

“Saya tidak bisa mengambil kebijakan sepihak karena ada tim gugus tugas yang berkewenangan untuk mengambil keputusan ini,” ucapnya.

Karenanya, Yana menganjurkan pihak APPBI menemui ketua harian tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19, yang juga Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna.

“Beliau lebih paham mengenai kebijakan teknis,” imbuhnya.

Senada dengan Yana, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Waliah mengatakan, sebenarnya untuk aturan jam operasional yang sesuai keputusan pusat para pengusaha tidak keberatan.

Yang menjadi keberatan perbedaan jam operasional mal dan restoran di luar mal.

Padahal, lanjut Elly, mereka mengaku tertib dan baik dalam menerapkan protocol Kesehatan. Sebagai buktinya tidak ada kluster mal Kota Bandung.

“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi kami kepada para pengusaha mal yang sudah mengikuti dan taat aturan prokes,” kata Elly.

(mur)

 

Loading...

loading...

Feeds