Musda Golkar Kab. Bandung Mundur Lagi, Tepis Kekalahan Pilkada

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 5 Januari 2020 diundur hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Artinya, penentuan pemimpin DPD Golkar Kabupaten Bandung itu sudah diundur sebanyak dua kali. Dimana sebelumnya juga sudah direncanakan pada 24 Desember 2020.


Anggota Steering Committee (SC) Musda Partai Golkar Kabupaten Bandung, Dagus mempertanyakan alasan diundurkannya lagi jadwal Musda tersebut. Tak hanya dirinya, seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Bandung juga bersikap sama. Oleh karena itu, pihaknya akan melayangkan surat untuk meminta kejelasan alasan pengunduran Musda tersebut.

“Mungkin besok atau lusa sudah ada jawabannya. Kita mau melakukan audiensi kapan pelaksanaan musda ini, karena ini sudah sangat ditunggu olah para kader,” ujar Dagus saat wawancara via telepon, Selasa (5/1).

Dalam peraturan organisasi (PO), lanjut Dagus, Musda harus dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2021. Oleh karena itu, dengan adanya pengunduran ini membuat bingung para kader. Apalagi, DPD Golkar Jabar mengundurkan pelaksanaan Musda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Nah ini siapa yang akan mempertanggungjawabkan dari DPD Golkar Jabar, ketika PO di DPP Golkarnya seperti itu,” sambungnya.

Dalam Musda sendiri, pemilihan Ketua DPD nantinya tidak melulu harus berdasarkan voting ditempat, karena berdasarkan Juklak nomor 2 tahun 2020, calon atau peserta yang sudah mengantongi 50%+1 suara, maka akan diaklamasikan. Kata Dagus, dukungannya itu berupa surat dari masing-masing pemegang hak suara.

Sampai saat ini, Dagus menyebutkan belum ada satupun kader yang mendaftarkan diri secara resmi untuk menjadi calon ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung. Jadi, berita yang beredar di luar itu hanyalah kesimpangsiuran saja bahwa di Musda ini adalah pertarungan antara Dadang Naser dan Anang Susanto.

“Pendaftaran kan masih dibuka sampai H-1 pelaksanaan Musda,” jelas Dagus.

Jabatan Dadang Naser sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung sendiri sudah berakhir pada tanggal 16 Desember 2020, lanjut Dagus, namun ada PO dari DPP kalau kabupaten/kota belum melaksanakan Musda maka tidak perlu diperpanjang sampai tanggal 31 Januari, maka tidak perlu ada Plt, kecuali jika sampai tanggal 31 Januari belum Musda maka harus ditetapkan Plt oleh DPD Jabar.

“Sampai sekarang belum ada bocoran siapa yang akan di jadikan Plt, karena Jabarnya sendiri belum bisa memfinalisasi untuk Kabupaten Bandung sendiri,” lanjutnya.

Dagus menegaskan, situasi Partai Golkar Kabupaten Bandung sangat kondusif. Jika ada berita bahwa didalam tubuh Partai Golkar tidak kondusif, Dagus memastikan itu hanya berita liar.

“Musda ini tidak ada kaitan dengan hasil Pilkada kemarin, kalau penundaan itu kan di seluruh kabupaten/kota Jabar,” tegasnya.

Penundaan Musda ini menurutnya menjadi preseden buruk untuk Partai Golkar Jawa Barat. Karena dengan adanya 8 kabupaten/kota yang hasil Musdanya ada di majelis partai saja berarti Golkar Jabar tidak bisa menyelesaikan dengan baik.

“Kalau Musda kan penyelesaiannya hanya sampai ke DPD Jabar saja, sementara DPP hanya menerima laporan saja,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …