Mudahnya Membobol Minimarket, Syaratnya Pernah Jadi Mantan Karyawan

BARBUK : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan memperlihatkan bukti tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat ekspos di Mapolresta Bandung, Senin (4/1).

BARBUK : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan memperlihatkan bukti tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat ekspos di Mapolresta Bandung, Senin (4/1).

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Dengan cara menodongkan senjata tajam, dua orang pria yaitu YH (20) dan DD (21), membawa kabur uang dari salah satu minimarket yang ada di Kampung Bojongloa Desa Bojongjati Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.


Pelaku berhasil ditangkap bersama dengan alat bukti, setelah empat jam dari kejadian.

“Jadi kami menerima informasi terkait adanya kegiatan pencurian dengan kekerasan di salah satu supermarket, kemudian kami lakukan pendalaman. Kejadiannya itu sekitar pukul 22.00 WIB tanggal 31 Desember 2020, pas malam tahun baru,” ujar Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat ekspos di Mapolresta Bandung, Senin (4/1).

Salah seorang pelaku, kata Hendra, pernah bekerja di minimarket juga. Sehingga, tahu persis kondisi di minimarket, seperti pukul berapa uang terkumpul dan bagaimana aspek keamanannya.

“Jadi yang bersangkutan modusnya adalah masuk ke toko tersebut menjelang tutup, kemudian menodongkan senjata tajam, kemudian dua karyawan tangannya diikat menggunakan ripet, kemudian dibawa ke belakang, setelah itu diambil barangnya,” tutur Hendra.

Dalam melakukan aksi kejahatannya, kedua pelaku menggunakan hoodie agar tidak kelihatan di CCTV. Namun, lanjut Hendra, masih ada saksi-saksi yang melihat kearah mana pelaku lari.

“Yang diambil uang senilai Rp9.600.000, belum sempat dipakai, dititipkan sama temannya kemudian mereka pergi,” jelas Hendra.

Kedua orang pelaku yang masih keluarga ini terancam pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 12 tahun.

“(Pelaku) bukan residivis, baru pertama melakukan,” pungkas Hendra.

Sementara itu, pelaku YD mengaku sudah mempersiapkan senjata untuk melakukan aksinya. Selain uang, dirinya juga mengambil rokok.

“Engga diapa-apain (kasir), cuma di todong (senjata tajam). Alasannya karena kepepet hutang Rp3 juta, sama masalah ekonomi,” pungkasnya.

(fik)

 

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …