Tahu Dijual Murah, Bahan Baku Dibeli Mahal, Pemkab Bandung Menonton?

PRODUKSI : Seorang pengrajin tahu tengah melakukan kegiatan produksi tahu di sebuah pabrik tahu, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

PRODUKSI : Seorang pengrajin tahu tengah melakukan kegiatan produksi tahu di sebuah pabrik tahu, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

POJOKBANDUNG.com, CANGKUANG – Usai melakukan mogok produksi, para pengrajin tahu di Kampung Lembur Tahu, Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang berharap adanya kenaikan harga.


“Kalaupun naik, tahu itu paling seratus atau seratus lima puluh per buahnya. Yang paling utama sih kita menginginkan perhatian dari pemerintah, selama ini kan minim sekali perhatiannya. Cobalah di saat seperti ini harus hadir dan bisa memberi solusi buat kita,” ujar salah seorang pengrajin tahu, Asep Akek (45) saat wawancara di tempat produksi tahu, Cangkuang, Minggu (3/12).

Asep mengatakan bahwa mogok kerja yang dilakukan pada 31 Desember 2020 hingga 2 Desember 2020 itu dilatarbelakangi oleh melambungnya harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku tahu. Sementara harga penjualan di pasar tidak ada kenaikan.

“Jujur saja, selama hampir sebulan ini kami merugi, bukan dapat keuntungan malah nombok buat modal,” sambung Asep.

Asep mengungkapkan saat ini harga kedelai mencapai Rp9.500 per kilogram bahkan ada yang sampai Rp10.000 per kilogramnya. Padahal harga biasanya adalah sekitar Rp7000 saja. Selama ini mereka mendapat suplai kacang kedelai dari Ciherang, Banjaran, namun ada juga yang membeli langsung ke Bandung.

“Kalau sekarang naiknya hampir tiga puluh sampai empat puluh persen,” ungkap Asep.

Dengan kenaikan harga tersebut, secara otomatis biaya produksi pun bertambah, sementara harga jual ke pasar masih di harga biasa yaitu Rp400 – Rp600 per buahnya, sehingga para perajin tidak mendapatkan keuntungan. Menurut Asep, jika ingin menaikan harga, maka tidak bisa dilakukan secara sepihak. Hal tersebut justru akan membuat pelanggannya pindah ke pedagang lain.

“Para perajin di Lembur Tahu sendiri jumlahnya ada sekitar 50 orang dengan pasar penjualan yang berbeda-beda. Sehingga akan cukup sulit untuk menentukan kenaikan harga tahu, pasalnya di tiap pasar itu pangsanya berbeda-beda,” papar Asep.

Per harinya, Asep biasa memproduksi tahu dengan menggunakan bahan baku kacang kedelai sebanyak satu kuintal. Dari bahan baku tersebut bisa menghasilkan produksi tahu sebanyak 4500-5000 buah, dengan harga jual Rp400-Rp600 ke pasar.

Sementara untuk sekali produksi bukan hanya memerlukan bahan baku kacang kedelai saja, pengrajin juga memerlukan bahan bakar kayu, listrik, dan upah pegawai. Jika ditotalkan semuanya mencapai sekitar Rp1.700.000 dalam sekali produksi (per hari).

“Ya kalau dihitung-hitung ruginya sekitar seratus lima puluh ribuan per hari,” pungkas Asep.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds