Gereja Katedral Bandung Tak Hias Gereja dengan Pohon Natal

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gereja Katedral Santo Petrus di Kota Bandung, Jawa Barat, pada perayaan Natal tahun ini, tidak menghias gereja dengan pohon Natal yang biasanya menjadi area swafoto jemaat. Hal itu dalam upaya mencegah kerumunan guna meminimalkan risiko penularan Covid-19.


”Pohon Natal setinggi 16 meter yang selalu hadir menghiasi halaman gereja menjelang Hari Raya Natal ditiadakan,” kata Ketua Seksi Komunikasi Sosial Gereja Katedral Santo Petrus Ceacilia Amanda di Bandung, Kamis (24/12).

”Tahun ini, Gereja Katedral juga tidak memasang tenda di halaman gereja seperti biasanya,” tambah Ceacilia Amanda.

Selain itu, gereja membatasi jemaat yang hadir dalam pelaksanaan ibadah Natal maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan ibadah. Ruang ibadah Gereja Katedral Bandung bisa menampung sekitar 1.000 orang. Namun pengurus gereja membatasi jumlah orang yang menghadiri kegiatan ibadah maksimal 230 orang guna meminimalkan risiko penularan virus korona.

Selain menggelar kegiatan ibadah tatap muka, Ceacilia Amanda menjelaskan, gereja juga menyiarkan proses peribadatan via daring guna menjangkau jemaat yang tidak bisa mengikuti ibadah di gereja. Pengurus gereja berupaya memastikan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan ibadah di gereja.

Aparat Polrestabes Bandung, Jawa Barat, bersama Kodim 618 Bandung juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah gereja guna memastikan protokol kesehatan Covid-19 diterapkan dalam kegiatan Hari Raya Natal.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Kombespol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, di wilayah Kota Bandung ada sekitar 150 gereja dan hanya 34 di antaranya yang menggelar peribadatan Natal secara tatap muka. ”Dan itu tetap menggunakan protokol kesehatan, mau masuknya pun dicek,” jelas Ulung.

Sesuai aturan penanganan Covid-19 dalam rangka adaptasi kebiasaan baru di Kota Bandung, setiap rumah ibadah hanya bisa menampung orang sebanyak 30 persen dari total kapasitas, termasuk gereja. Selain itu, protokol kesehatan di rumah ibadah perlu diterapkan secara ketat, mulai dari mekanisme masuknya orang, hingga pengaturan tempat duduk di dalam gereja yang harus berjarak.

”Dari hasil yang kita datangi, Gereja HKBP melaksanakan webinar, atau zoom meeting, cuma ada intinya yang melaksanakan 10 orang kegiatan ibadah di gereja,” terang Ulung.

Adapun para aparat itu juga melakukan pengecekan kepada Gereja Katedral di Jalan Jawa dan Gereja Katolik Salib Suci di Jalan Kemuning. Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021, menurut Ulung, aparat gabungan TNI-Polri menerjunkan sebanyak 750 personel yang disebar di berbagai titik, mulai dari gereja hingga di jalan raya guna pengamanan lalu lintas.

”Pelaksanaan kegiatan di gereja yang melaksanakan ibadah pada hari ini (24/12) sampai dengan besok, kami pantau protokol kesehatannya untuk tetap dijaga,” kata Ulung.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …