Proyek PLTA Digarap dengan Keterbukaan Informasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Geo Dipa Energi (Persero) menegaskan setiap proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Ciwidey, Kabupaten Bandung mengedepankan keterbukaan informasi publik.


Hal ini mengemuka saat pihak perusahaan menjalin komitmen dalam diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (23/12/2020).

Dalam kegiatan yang digelar dengan protokol kesehatan itu, HSE dan Safeguard Proyek Dieng 2 dan Patuha 2 PT Geo Dipa Energi, Hefi Hendri menuturkan diskusi tersebut merupakan salah satu upaya dalam keterbukaan informasi publik.

Kedua belah pihak bisa berkomunikasi mengenai seluk beluk proyek yang sedang dilakukan. “Hal ini juga termasuk bentuk komitmen GeoDipa dalam keterbukaan informasi publik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung, Rahmat Sudarmaji menyampaikan terima kasih kepada GeoDipa yang telah memfasilitasi PWI untuk lebih mendalami GeoDipa.

“PWI siap menjadi mitra strategis GeoDipa untuk melakukan sosialisasi. Kami berharap, GeoDipa lebih gencar melakukan sosialisasi, khususnya mengenai mekanisme penanganan keluhan untuk proyek,” katanya.

Senada dengan Rahmat, Ketua IJTI Kabupaten Bandung, Rezytia Prasaja pun menyatakan, pihaknya siap menjadi mitra sosialisasi GeoDipa sebagai bagian upaya edukasi kepada masyarakat.

“Kami siap menjadi mitra sosialisasi sebagai bagian edukasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Diketahui, PT Geo Dipa Energi sebagai BUMN yang bergerak di bidang panas bumi memiliki peran dalam mewujudkan program pemerintah, yakni melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) Proyek PLTP Dieng dan Patuha Unit 2 dengan kapasitas masing-masing 1x 55 MW yang pembangunannya akan selesai 2024 mendatang.

Proyek ini merupakan bagian program infrastruktur pemerintah dalam percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 40 Tahun 2014.

Program tersebut dikenal sebagai program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Llistrik 10.000 MW Tahap Kedua/Fastrack 2 yang terintegrasi ke dalam proyek ketenagalistrikan 35.000 MW yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

(fik/rls)

Loading...

loading...

Feeds

Nyabu, Vokalis Band Kapten Diringkus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan seorang pria berinisial AZ. AZ diciduk dari kamar kostnya yang berada …