Pulihkan Ekonomi Jabar dengan Gerakan Silih Tulungan

Wakil Ketua Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Aat Soertin (kiri), Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Eric Wiradipoetra (tengah), Wakil Ketua Harian PED Herman Muchtar (kanan) saat Forum Group Discussion (FGD) PED di Grand Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (16/12/2020).

Wakil Ketua Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Aat Soertin (kiri), Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Eric Wiradipoetra (tengah), Wakil Ketua Harian PED Herman Muchtar (kanan) saat Forum Group Discussion (FGD) PED di Grand Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (16/12/2020).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Roda ekonomi tersendat akibat pandemi Covid-19. Jawa Barat (Jabar) pun ikut terdampak. Pada triwulan II-2020, pertumbuhan ekonomi Jabar terkontraksi sangat dalam, pada angka minus 5,98% secara year-on-year (y-on-y).


Angin segar berhembus saat memasuki triwulan III. Kegiatan ekonomi akhirnya dibuka secara perlahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan tersebut membuat ekonomi Jabar triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,37% (q-to-q).

Namun jika ditilik dalam analisis tahunan (y-on-y), ekonomi Jabar pada triwulan III-2020 tetap mengalami kontraksi pertumbuhan yaitu minus 4,08%.

Perlambatan ekonomi Jabar pada triwulan II-2020 dan III-2020 terjadi karena kinerja ekonomi dari sisi lapangan usaha terkontraksi pada hampir seluruh sektor unggulan Jabar.

Konsumsi rumah tangga menurun drastis seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat. Banyak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Lesunya kegiatan ekonomi berdampak pada roda produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Padahal, UMKM menjadi salah satu sektor paling krusial dalam perekonomian Jabar.

Kondisi ini melatarbelakangi lahirnya Gerakan Silih Tulungan gagasan Divisi Komunikasi dan Gerakan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar.

Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar, Eric Wiradipoetra berharap Gerakan Silih Tulungan dapat berjalan dengan komprehensif, terukur, inovatif dan kolaboratif.

“Silih tulungan adalah praksis egalitarian karena kata silih menyiratkan kesetaraan. Kodrat setiap manusia saling membutuhkan, menolong dan ditolong, memberi, dan menerima pemberian. Semangat inilah yang ingin kami bentuk,” kata Ericdalam Forum Group Discusion (FGD) 7 Divisi PED, Rabu (16/12/2020).

Silih Tulungan merupakan gerakan sosial masyarakat, bukan mobilitas sosial. Nantinya, Silih Tulungan akan diejawantahkan menjadi program aksi dan literasi digital Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar.

Eric menyatakan, gerakan Silih Tulungan bertujuan menggali, merevitalisasi, membangunkan karakter masyarakat Jabar, yakni gotong royong.

Menurut Eric, gotong royong menjadi modal dasar untuk menyelamatkan, memulihkan dan menormalkan ekonomi Jabar yang terpukul telak oleh pandemi COVID-19.

“Gerakan Silih Tulungan disarikan dari kredo masyarakat Jawa Barat yakni Silih Asih-Silih Asuh-Silih Asah. Perlu adanya gerak kohesi sosial setiap individu masyarakat untuk terlibat dalam pemulihan ekonomi daerah. Perlu rancangan gerakan pemulihan yang bertumpu pada keterlibatan masyarakat,” imbuhnya.

Eric mengatakan ada tujuh divisi dalam PED yang saling berkolaborasi untuk pemulihan ekonomi Jabar. Kolaborasi ini perlu untuk bersama-sama bergerak dari berbagai sisi dalam upaya pemulihan ekonomi.

Tujuh divisi yang terlibat dalam PED antara lain divisi pertanian dan ketahanan pangan, divisi pariwisata telekomunikasi dan transportasi.

Kontruksi dan properti, komunikasi dan gerakan, manufatur, luar negeri dan tenaga kerja, usaha mikro kecil menengah dan ekonomi kreatif dan divisi kajian ekonomi dan jasa keuangan.

“Kami sudah membuat buku, Patokan Gerak, sebagai langkah dan petunjuk Silih Tulungan ini agar bisa bergerak beriringan dan terorganisir dengan program yang sudah masing-masing divisi rencanakan,” tegasnya.

Eric mengatakan Silih Tulungan harus menjadi gerakan sosial yang menjadi budaya masyarakat Jabar pada masa kini dan mendatang. “Kami ingin membangun budaya Silih Tulungan ini dalam masyarakat Jabar,” tegasnya.

Eric mengatakan sikap sosial warga Jabar masih sangat tinggi, sehingga menurutnya bukan hal sulit untuk mengimplementasikan Silih Tulungan.

Konsep gotong royong “khas” Jabar ini akan memaksimalkan potensi lokal. Sebab menurutnya setiap daerah memiliki ciri khas saling tolong -menolong yang unik.

Namun kedepan aksi ini harus lebih terorganisir melalui Silih Tulungan. “Jika masyarakat terlibat aktif maka pemulihan ekonomi akan lebih cepat,” tegasnya.

Ia memberikan contoh-contoh kecil Silih Tulungan yang mudah. Misalnya membeli produk lokal atau membeli barang yang teman jual.

“Beli barang dari teman, tapi barangnya juga harus berkualitas, artinya saling memberikan kepercayaan, itu adalah contoh Silih Tulungan sederhana,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Eric, Silih Tulungan bukan hanya saja menjadi gerakan sosial, namun bisa menjadi gerakan ekonomi lokal. Yakni dengan memanfaatkan logo Silih Tulungan untuk beragam kegiatan ekonomi.

“Silakan pakai logo untuk produk kaos lalu dijual. Atau menjadi motif batik. Atau bahkan menjadi kartu diskon,” tegasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Gisel Penuhi Wajib Lapor Diantar Kekasih

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA-Gisella Anastasia kembali memenuhi panggilan panggilan polisi untuk wajib lapor terkait kasus video syur dirinya dengan Michael Yukinobu. Gisel …