Cie…Cie! Nia Doakan Dadang Supriatna, Kang DS Siap Realisasikan Program Bedas

Bupati Bandung 2021-2026, Dadang Supriatna

Bupati Bandung 2021-2026, Dadang Supriatna

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Selasa malam (15/12), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung telah menyelesaikan rapat pleno terbuka penghitungan perolehan suara Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bandung (Pilbup Bandung). Hasilnya, Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan menjadi pasangan dengan suara terbanyak.


Calon Bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membawa dirinya dan pasangannya, Sahrul Gunawan, memperoleh suara tertinggi dalam gelaran Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bandung (Pilbup Bandung) tahun 2020.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bandung, pasangan Bedas memperoleh suara sebanyak 928.602 atau 56,01 persen. Kata pria yang akrab disapa DS, itu adalah hasil yang sangat memuaskan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Kabupaten Bandung, Ketua tim koalisi Bedas, Cucun Ahmad Syamsurijal, juga kepada Jajang Rohana dari PKS, Agus Yasmin dari Nasdem, Endang dari Demokrat, serta relawan Bang Haji Rommy, yang telah membuktikan kerja bareng yang kompak. Sehingga bisa meraih suara yang sangat signifikan,” ujar DS saat wawancara di kediamannya, Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, Rabu (16/12).

“Paslon nomor urut 3, juga berterima kasih kepada KPU Kabupaten Bandung, Bawaslu Kabupaten Bandung, Forum Komunikasi Pimpinan Konstituen, dan juga aparat pemerintahan,” sambungnya.

DS juga berterima kasih kepada pasangan calon lainnya, yaitu Kurnia Agustina-Usman Sayogi dan Yena Iskandar Masoem-Atep yang telah memberikan selamat kepada pasangan Bedas. Dirinya mengajak semua pasangan calon dan masyarakat Kabupaten Bandung untuk berjuang bersama membawa Kabupaten Bandung kearah yang lebih baik.

“Pada saat ini, saya nyatakan tidak ada lagi masyarakat yang hanya mendukung paslon 1, paslon 2 atau paslon 3, tidak ada paslon 1,2,3, tapi yang ada hanya Kabupaten Bandung,” tutur DS

DS mengajak Bupati Bandung saat ini, Dadang M Naser, duduk bersama dan berkomunikasi untuk membahas langkah-langkah kedepan, dalam rangka membangun Kabupaten Bandung.

“Setelah penetapan dilaksanakan oleh KPUD Kabupaten Bandung, Pak Bupati sebagai pimpinan daerah, ya harus berkomunikasi dalam konteks kita harus membentuk tim transisi. Saya mengajak, mari kita sama-sama membangun Kabupaten Bandung kedepan, yaitu apa yang harus dilakukan saat ini untuk persiapan tahun 2021,” papar DS.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan oleh Pasangan Bedas usai dilantik menjadi Bupati/Wakil Bupati Bandung adalah membuat beberapa regulasi untuk menunjang pengimplementasian program Pasangan Bedas.

“Begitu saya dilantik maka kita membuat perda RPJMD dan juga perda guru ngaji, perda tentang pertanian, perda tentang wirausaha. Karena ini merupakan program yang sudah disampaikan pada waktu visi misi. Jadi, kami minimal membutuhkan beberapa raperda pada waktu awal pelaksanaan saya bertugas menjadi Bupati Bandung,” tuturnya.

DS meminta doa kepada semua pihak agar bisa konsisten dan sehat dalam melaksanakan amanah yang sudah diberikan oleh masyarakat, dengan cara yang demokrasi.

“Hatur nuhun, salam baktos kasadayana warga masyarakat Kabupaten Bandung, lima tahun kedepan, Bedas Manunggal,” tutup DS.

Sementara itu, Calon Bupati Bandung nomor urut 1, Kurnia Agustina mengucapkan selamat kepada Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, atas perolehan suara terbanyak pada Pilkada Kabupaten Bandung.

“Jadi dari saya, Teh Nia-Usman mengucapkan selamat buat kang DS dan Ibu DS, Kang Arul, coming soon dengan nyonyanya ya. Semoga menjadi pemimpin yang amanah, bisa membawa kehendak masyarakat ke arah yang lebih baik lagi,” ujar wanita yang akrab disapa Teh Nia di Soreang, Rabu (16/12).

Teh Nia menuturkan bahwa pihaknya berbesar hati menerima apa yang sudah diputuskan oleh KPU dan Bawaslu, sebagai hasil akhir yang harus disepakati bersama. Semuanya memang ada konsekuensinya. Menurut Teh Nia, semua pasangan calon sudah menampilkan performa terbaiknya.

“Semoga ini menjadi preseden yang baik ke depannya, agar pembangunan bisa dilaksanakan berkelanjutan dan berkesinambungan,” tutur Teh Nia.

“Ayeunamah semua kedah ngahiji lah,” sambungnya.

Gelaran Pilkada ditengah pandemi Covid 19, kata Teh Nia, merupakan fenomena yang lumayan unik. Pasalnya, masyarakat dihadapkan pilihan yang tidak mudah. Katanya, dari hal tersebut teruji kedewasaan berdemokrasi dari masyarakat.

“Karenanya bisa menjadi satu preseden yang baik. Dengan capaian 30 persen bagi paslon nomor 1, itu betul-betul suara murni yang diperjuangkan. Dan kita tidak sesali dengan hasilnya, ya. Karena ini menunjukkan kedewasaan demokrasi dari teman-teman yang menginginkan calon calon00xop pemimpin ke depannya,” katanya.

Kedepannnya, Teh Nia berencana akan tetap berbuat untuk masyarakat Kabupaten Bandung dalam hal sosial kemasyarakatan. Ia ingin terus mengabdikan bekal ilmu yang selama ini telah diperolehnya.

“Mudah-mudahan ini tidak berhenti, karena syiar dakwah bisa dilakukan dari berbagai hal,” ucapnya.

Teh Nia sendiri mengaku belum mengucapkan selamat secara langsung kepada paslon nomor 3. Ia menjelaskan, secara komitmen tim, pihaknya akan mengapresiasi dulu keputusan yang dikatakan KPU dan Bawaslu.

“Karena saya diusung oleh partai, jadi saya tidak ingin mendahului apa yang menjadi kewenangan dan kepercayaan partai,” jelasnya.

Secara pribadi, dirinya mengaku sudah legowo mengakui kekalahan. Ia tidak ingin gugatan yang dilayangkan tim pemenangannya diinterpretasikan jika dirinya haus kekuasaan.

“Terkait gugatan itu hal terpisah yang menjadi ranah hukum. Dan saya awam dalam hal itu, sehingga saya serahkan sepenuhnya kepada APH untuk juga mengkaji dan memfollow up apa yang menjadi pengaduan dan gugatan. Saya percaya keadilan dan kebenaran bisa ditegakkan,” pungkas Teh Nia.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds