Idi Tolak Vaksin Covid-19, Prof. Zubairi: Itu Bohong, Ucapan Saya Dipotong-potong

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dikabarkan menolak suntik vaksin Covid-19 yang akan segera dilakukan di Indonesia. Namun, pihak IDI menyampaikan bahwa hal tersebut hanya salah paham pemberitaan, kabar itu pun segera diluruskan.


Ketua IDI Jabar, Eka Mulyana menegaskan, IDI tetap mendukung vaksinasi yang akan dilakukan di Tanah Air. Pihaknya, kata Eka, bukan menolak vaksinasi, tapi merekomendasikan agar vaksinasi tersebut dilakukan setelah hasil uji vaksin fase ketiga selesai.

“Betul (salah tafsir). Jadi, IDI tetap mendukung pelaksanaan vaksinasi, sesuai prioritas yg ditetapkan oleh pemerintah,” katanya saat dihubungi pojokbandung.com, Minggu (13/12).

“Untuk vaksinasi, IDI merekomendasikan agar menunggu hasil uji vaksin fase ketiga yang itu yang akan selesai awal tahun depan,” imbuh Eka.

Eka mengatakan, uji vaksin fase ketiga tersebut harus diselesai untuk mendapatlan hasil uji yang nantinya diserahkan ke BPOM. Sebelum tahapan uji vaksin belum selesai, IDI tidak merekomendasikan vaksinasi.

“Sebelum fase tiga selesai kita tidak akan merekomendasikan vaksinasi. Harus memastikan, jadi uji vaksin ini sudah melewati tahap-tahap awal dulu, fase ketiga fase akhir, sayang dong kalau tinggal satu dua langkah lagi fasenya tidak di selesaikan,” kata Eka.

Disinggung terkait skala prioritas peserta vaksinasi, Eka menyampaikan, suntik vaksin pertama-tama harus dipastikan bagi kalangan tenaga medis. Pasalnya, tenaga medis dinilai rentan terpapar karena bersinggungan langsung dengan pasien positif Covid-19.

“Jadi dari pemerintah, satgas maupun WHO sudah menetapkan bahwa untuk skala prioritas ini pertama adalah tenaga medis dulu karena mereka yang langsung berhadap dengan pasien. Kedua, yang berisiko rentang usia sampai 59 tahun. Setelah itu baru yang lainnya,” kata Eka.

Eka melanjutkan, vaksinasi ini harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Jangan sampai informasi terkait vaksinasi atau pandemi ini hanya dianggap isapan jempol atau kabar hoaks.

“Memang tugas kita semua tenaga media, pers, satgas dan tokoh masyarat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat karena ini bukan hoaks, angka kematian oleh Covid-19 ini nyata,” katanya.

Selain menunggu hasil vaksin keluar dan suntik vaksin berjalan, Eka mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat harus kompak untuk memutus rantai penularan sehingga pandemi tidak terus menyebar.

“Sambil menunggu vaksin fase ketiga tuntas kita haus menjaga upaya untuk memutuskan rantai penularan supaya tidak makin menyebar. Caranya simple, kalau kita ingin beraktivitas dengan aman kuncinya satu disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),” katanya.

Terkait santernya kabar penolakan IDI terhadap vaksin, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) Prof. Zubairi Djoerban pun turut memberikan klarifikasi melalui pernyataannya di media sosial.

“Belakangan ini ada pihak yang anggap saya atau IDI menolak vaksin. Itu anggapan yang tidak benar. Jangan salah tafsir atas ucapan saya yang sepertinya diambil sepotong-sepotong. Yang jelas, organisasi IDI mendukung vaksinasi. Tentu setelah izin edar darurat (EUA) BPOM keluar,” pungkasnya.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …