Covid-19 Masih Bisa Menular dalam Jarak 3,5 Meter

Ilustrasi orang bersin. Berdasar penelitian terbaru, virus masih bisa menular dalam jarak 3,5 meter (Andrea Piacquadio on Pexels)

Ilustrasi orang bersin. Berdasar penelitian terbaru, virus masih bisa menular dalam jarak 3,5 meter (Andrea Piacquadio on Pexels)

POJOKBANDUNG.com – Standar menjaga jarak di era pandemi Covid-19 yang diterapkan sejauh ini yaitu sejauh 2 meter dari orang lain. Setiap bangku di sejumlah fasilitas publik juga dibuat berjarak sejauh 2 meter. Ternyata 2 meter tak cukup efektif untuk mencegah penularan Covid-19.


Sebuah studi baru baru-baru ini menunjukkan bahwa jarak dua meter dari satu sama lain tidak cukup jauh untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari batuk dan bersin. Peneliti Universitas Loughborough telah mengembangkan kerangka matematika yang menunjukkan bahwa tetesan dapat mencapai lebih dari 3,5 meter jika tidak memakai masker. Maka secara substansial meningkatkan jarak yang dibutuhkan untuk tetap aman.

Diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids, merupakan hasil studi terbaru oleh Dr. Emiliano Renzi dan siswa Adam Clarke. Peneliti menggunakan data yang dikumpulkan dari eksperimen yang dilakukan di kamar tidurnya karena penguncian dan penutupan laboratorium universitas.

Renzi menemukan tetesan terbesar secara konstan bergerak lebih dari dua meter. Itu karena fenomena yang juga disebut pusaran apung, turbulen udara panas dan padat yang dikeluarkan manusia bersama dengan tetesan air setiap kali mereka bersin atau batuk.

Dalam studi ini, penulis mengembangkan deskripsi fisika-matematika atau klasifikasi dinamika pusaran awan ekspirasi berdasarkan bukti investigasi dan mengukur bagaimana dinamika tersebut berdampak pada tetesan yang dikeluarkan selama pernapasan manusia. Menurut Dr. Renzi, dalam sebagian besar analisis mereka, prediksi yang dibuat oleh model penelitian menyatakan bahwa tetesan terbesar terus-menerus melampaui kisaran dua meter yang datang dari sumbernya sebelum jatuh ke tanah.

“Tetesan didorong lebih dari 3,5 meter oleh pusaran apung,” katanya seperti dilansir dari Science Times, Jumat (11/12).

Saran Peneliti

Akibatnya, pedoman yang menyarankan jarak fisik dua meter sebagai batas mungkin tidak cukup untuk mengatasi penularan infeksi akibat tetesan berukuran besar. Model para peneliti juga menunjukkan bahwa tetesan yang lebih kecil membutuhkan beberapa detik untuk mencapai ketinggian empat meter.

Pada ketinggian ini, Renzi menjelaskan, mengembangkan sistem ventilasi yang baik akan menghambat dinamika droplet. Lalu memakai masker dapat membantu mengurangi bahaya penularan langsung infeksi saluran pernapasan jarak pendek.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

BP JAMSOSTEK Sambut Bulan K3 Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya. …

Sajian Makan Siang Murah Meriah ala Hotel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Istirahat makan siang menjadi momen yang paling ditunggu, terutama oleh para karyawan perkantoran. Namun waktu yang terbatas, …