Teras Cihampelas Sepi, Begini Penampakannya!

Suasana Skywalk Cihampelas

Suasana Skywalk Cihampelas

 


POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Sempat menjadi salah satu primadona kawasan wisata belanja Kota Bandung, kondisi Teras Cihampelas kini memprihatinkan.

Tak lagi sepopuler dulu, gaung Teras Cihampelas semakin redup. Dibangun dengan tujuan memfasilitasi pedagang cinderamata, sekarang Teras Cihampelas bak tak terurus, hingga satu per satu pedagang meninggalkan kios mereka.

Pandemi Corona menurunkan minat pengunjung untuk datang! Dari pantauan, dari sekian banyak kios yang ada, kini hanya tinggal tersisa beberapa saja yang masih buka.

Pedestarian yang mirip jembatan layang (skywalk) ini digagas tahun 2014 dan pembangunan tahap 1 rampung pada tahun 2017.

Teras Cihampelas terinspirasi model serupa di Jepang untuk menata pedagang kaki lima (PKL) pada kawasan belanja. Model ini dianggap dapat membuat kawasan tampak asri dan enak dipandang.


Salah satu pemilik kios Teras Cihampelas, Aan Suherman membenarkan kondisi Teras Cihampelas yang kian sepi.

Pemilik kios makanan itu menyebut penghasilannnya turun drastis selama pandemi. Apalagi saat PSBB berlaku di Kota Bandung.

“Ya turun, drastis. Hampir 70%, sekarang paling-paling ada pengunjung juga kalau akhir pekan saja,” kata Aan, kemarin.

Senada dengan Aan, pemilik kios lainnya, Deni juga mengungkapkan penghasilannya sebagai pedagang makanan Teras Cihampelas menurun cukup signifikan.

Selain PSBB, ia menduga kondisi yang kurang terawat menjadi penyebab masyarakat jarang mampir.


Fasilitas di sana banyak yang tampak tak terurus, beberapa kursi dan meja tidak lagi terpasang, tembok-temboknya pun kotor dan cenderung kumuh.

Padahal apabila dimaksimalkan, Teras Cihampelas bisa menjadi alternatif destinasi wisata belanja dengan ragam kios yang menjajakan oleh-oleh khas Kota Bandung.

Pada satu sisi, keberadaan Teras Cihampelas diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Cihampelas.

Kata Aan, semula ada 100 kios di Teras Cihampelas. Namun bukan bertambah, belakangan jumlah kios justru berkurang, hingga kini tersisa 6 kios.

“Dulu, awalnya jumlah kiosnya ada 100-an, sekarang paling cuma tersisa 6 kios saja yang masih bertahan. Itu juga akibat pandemi Covid-19, jadinya semakin menurun,” ungkap Deni.

Pedagang kios kini lebih memilih untuk kembali berjualan di bawah. Menyewa lahan di depan toko oleh-oleh mereka anggap lebih menguntungkan.

Kondisinya saat ini membuat kepopuleran Teras Cihampelas benar-benar nyaris punah. Jam operasionalnya pun dipercepat. Jika biasanya tutup pukul 23.00 WIB, pedagang kios yang masih buka sekarang tutup sore hari.

(job1)

Loading...

loading...

Feeds