Ridwan Kamil Sebut Kondisi Sungai Citarum Membaik di Tengah Pandemi

Aksi prajurit Kodim bersihkan Sungai Citarum dari sampah. (nida)

Aksi prajurit Kodim bersihkan Sungai Citarum dari sampah. (nida)

POJOKBANDUNG.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga Dansatgas Citarum Harum mengatakan, pandemi Covid-19 ternyata ada dampak baik terhadap kondisi Sungai Citarum. Sejauh ini berdasar laporan, pencemaran sampah di DAS Citarum diketahui menurun. Kondisi membaiknya Sungai Citarum tersebut disampaikan gubernur saat menjadi narasumber webinar IATPI Jabar-Satgas Citarum #Seri3 Sampah Citarum Riwayatmu Doeloe, dari Gedung Pakuan Bandung.


”Covid-19 ini ternyata memberikan dampak baik pada pencemaran juga, karena jumlah sampah menurun,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin (30/11).

Kendati demikian, kata dia, sampah, khususnya yang berasal dari rumah tangga, masih ditemui, namun volumenya jauh lebih kecil dibanding saat sebelum ada Covid-19.

”Hari ini (30/11), sampah khususnya limbah rumah tangga, memang masih ada. Tapi kalau dibandingkan dengan sebelumnya, volume sampahnya kini sudah jauh menurun,” ujar Ridwan Kamil.

Dia menjelaskan, pada 2019, penanganan timbunan sampah mencapai 46 persen. Sementara target hingga akhir 2020 bisa mencapai 70 persen.

”Pada 2019 timbunan sampah yang tidak terkelola penanganannya 46 persen, target tahun ini melebihi setengahnya dan seterusnya sampai 2025. Kita harap penanggulangan dan pengelolaan sampah di DAS Citarum bisa dikelola sepenuhnya oleh sistem,” tutur Ridwan Kamil.

Selain sampah rumah tangga, masalah utama lain DAS Citarum adalah limbah pabrik. Sejak terbit Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, kasus pencemaran yang sudah diproses hukum sebanyak 165 kasus. Mayoritas pihak yang digugat ke pengadilan merupakan korporasi yang menikmati kekosongan penegakan hukum karena pengusaha mencari biaya murah dalam pengelolaan limbah. Cara paling simpel adalah membuang ke Sungai Citarum.
”Penegakan hukum belum pernah terjadi sebelum dibentuk Satgas Citarum Harum. 165 kasus itu rata-rata korporasi atau industri yang seenaknya membuang limbah ke Citarum,” terang Ridwan Kamil.

Pemprov Jabar saat ini fokus memulihkan kawasan hulu, seperti gunung dan perbukitan yang kondisinya kritis. Salah satu yang telah dilakukan gerakan menanam 50 juta pohon yang sudah dimulai tahun lalu. Hampir setahun ini, gerakan penanaman pohon tersebut telah terealisasi sebanyak 19 juta pohon.

”Bukit-bukit gundul mengindikasikan permasalahan lingkungan adalah hal penting yang harus kami carikan solusi, termasuk di dalamnya pengelolaan DAS Citarum,” tutur Ridwan Kamil.

Dia berharap, akhir Perpres 15, pada Tahun 2025, semua persoalan di DAS Citarum dapat terkelola. Kemudian dari sisi anggaran, penanganan Citarum dilakukan secara kolaboratif, di antaranya dukungan dari Bank Dunia, APBN, APBD Provinsi, dan kabupaten/kota dengan total sekitar Rp 11,358 triliun hingga akhir 2025.

”Kita lakukan berbagai inisiatif bahwa penanganan Citarum bisa dilakukan secara kolaboratif. Jadi kalau berharap Citarum ini bisa beres sendiri tanpa tindakan yang besar saya kira tidak realistis, melainkan butuh dana yang tidak murah,” kata Ridwan Kamil.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds