Ratusan Tukang Bangunan di Jawa Barat Ikut Sertifikasi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan percepatan sertifikasi tenaga kerja. Ini tidak terlepas dari Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 70 mengatur bahwa setiap pekerja konstruksi yang bekerja di sektor Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.


Namun, untuk dapat mewujudkan amanah tersebut kolaborasi dari berbagai sektor diperlukan seperti dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi.

Dalam upaya mewujudkan amanah tersebut maka program Kotaku bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta dan LPJK Jawa Barat melaksanakan Sertifikasi tukang bangunan yang dilaksanakan mulai Senin, 16 November 2020 hingga 27 November 2020.

Peserta sertifikasi tukang bangunan ini berasal dari 67 kel/desa atau 670 orang, tiap kelurahan berjumlah 10 orang yang tersebar di 20 kota/kab dibagi menjadi 39 titik lokasi penyelenggaraan dengan metode on site.

Cucu Supardi, PIC USTK LPJK mengatakan, sertifikasi tukang bangunan di Jawa Barat ini sedang dilaksanakan secara marathon, atas kerjasama Kotaku, Balai Jasa Kontruksi Wilayah III Jakarta dan LPJK.

“Tujuannya untuk menpersiapkan tenaga konstruksi yang handal, kompeten dan bersertifikasi, Karena, kompetensi ini memang harus di laksanakan untuk membentuk tenaga terampil dan memiliki legalitas,” kata dia melalui siaran pers yang diterima.

“Secara tidak langsung bisa meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja terampil, bahkan sangat pentingnya sertifikasi di level tenaga ahli dan tenaga terampil.,” ia melanjutkan.

Salah seorang panitia sertifikasi klaster Kluster Cisarua – Kebonjati, Entang Darmadi, menyampaikan bahwa peserta sertifikasi berjumlah 20 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid 19 sehingga selain menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Peserta yang mengikuti sertifikasi tukang bangunan per klusternya dibatasi hanya 20 orang,” ucap dia.

Sebelum dilaksanakan sertifikasi tukang seluruh peserta diwajibkan mengikuti rapid test dengan petugas yang berasal dari Rumah Sakit Umum Sukabumi dan pada saat pelaksanaan menerapkan 3 M (Mencuci Tangan, Memakai masker dan Menjaga Jarak).

Setelah dilakukan pengarahan dari LPJK, kegiatan dilanjutkan dengann pengujian kepada satu persatu tukang tentang keterampilan tukang bangunan seperti pemasangan bata dan pembesian, untuk selanjutnya di nilai oleh asesor.

(rls/bbs)

Loading...

loading...

Feeds