Angka Positif Covid di Kota Bandung Capai 484 Kasus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Harian Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, kota kembang dalam kondisi mengkhawatirkan terkait penyebaran Covid-19.


Berdasarkan catatan, penambahan angka pasien terkonfirmasi virus asal Wuhan setiap hari jumlahnya puluhan.

“Hal ini sangat mengkhawatirkannya. Sampai hari ini jumlah penderita akumulasi sebanyak 3.039 orang. Angka positif sebanyak 484 kasus,” ujar Ema kepada wartawan, Rabu (25/11).

Ema mengatakan, secara angka reproduksi masih terkendali karena masih di bawah 1, tapi positifiti rate-nya sudah di angka 21,53. Sehingga itu masuk ke dalam kategori mengkhawatirkan.
Menurut Ema, kamar yang digunakan untuk ruang isolasi juga sekarang sudah semakin berkurang. Dari 789 tempat, sudah terisi 713.

“Sementara masih ada 79 kasus lagi yang waiting list,” terangnya.

Ema menyebut, pihaknya meminta kewilayahan untuk menyiapkan ruang khusus isolasi bagi orang yang tidak bergejala.

Di sisi lain, Ema juga meminta masyarakat untuk menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau orang yang bergejala sudah dipastikan harus masuk rumah sakit,” tuturnya.

“Pandemi ini sudah berjalan sekitar delapan bulan, apakah harus selalu diingatkan terus oleh pemerintah. Kami berharap kesadaran masyarakat juga tinggi karena kami memiliki keterbatasan untuk memantau semua aktivitas di lapangan,” terangnya.

Terkait sektor usaha yang sudah di relaksasi, kata dia, semua akan dilakukan evaluasi. Bahkan, jika ada minimarket yang masih buka melebihi jam operasional maka harus ditutup.

“Aparat kewilayahan punya kewenangan untuk menutup tempat usaha yang melanggar aturan,” imbuhnya.

Demikian juga dengan tempat usaha pariwisata, jika memang harus 50 persen dari kapasitas, ya harus sesuai. Jika ada pelanggaran, Ema mengatakan bukan tidak mungkin izin operasional akan dicabut.

“Kalau menurut Perwal, bahkan jika ada pelanggaran maka boleh mencabut izin usaha,” tegasnya.

Jika kondisi memburuk, Ema mengatakan bukan tidak mungkin akan diberlakukan PSBB meskipun harus melalui proses yang panjang.

Sehingga untuk ke kesekian kalinya, Ema meminta warga untuk menaati protokol kesehetan yang sudah ditetapkan.

“Apa susahnya tidak berkerumun. Kalau perlu, di dalam rumah juga terapkan protokol kesehatan tinggi, jangan langsung berinteraksi dengan keluarga sebelum membersihkan badan,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …