BPJAMSOSTEK Tasikmalaya Berikan Santunan JKK ke Ahli Waris

POJOKBANDUNG.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Tasikmalaya memberikan Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris sebesar Rp. 282.288.896.


Santunan karena meninggalnya Eko Suyogo, karyawan PT Surya Madistrindo diterima oleh ahli warisnya.

Almarhum bekerja di perusahaan PT Surya Madistrindo dan telah terdaftar di BPJAMSOSTEK oleh perusahaan sejak tahun 2015 dengan dengan 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) , Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP) dan meninggal pada bulan April 2020 lalu.

Adapun Santunan JKK tersebut terdiri atas Santunan Kematian (JKK) Rp 261.801.136, manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) Rp. 18.032.860, Jaminan Pensiun (JP) selama 7 bulan sebesar Rp. 2.454.900 dan selanjutnya akan menerima Rp. 350.700,- perbulan. Sehingga total keseluruhan yang didapaiitkan sebesar Rp. 282.288.896.

“Semoga semua ini bisa bermanfaat bagi keluarga yang di tinggal,” ujar Seto usai penyerahan Santunan JKK di Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Tasikmalaya kepada ahli waris.

Hadir pada penyerahan tersebut perwakilan dari perusahaan Bapak Asep Gunawan dan Ibu Indira Ustiarani.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Tasikmalaya, Seto Tjahjono mengatakan, sebagai badan yang ditunjuk oleh negara untuk mengelola dana peserta memberikan apa yang seharusnya memang kami berikan kepada peserta kami sesuai data yang dilaporakan. Sesuai amanah undang-undang di sinilah negara hadir sebagai pengaman risiko sosial yang terjadi. BPJAMSOSTEK berkewajiban memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia, baik pekerja formal, informal dan pekerja Jasa konstruksi serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di luar negeri.

Selain ke 4 program di atas, sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2020, BP Jamsostek mendapat tugas tambahan untuk menyelenggarakan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Selama masa pandemi covid-19 ini pemerintah memberikan relaksasi untuk iuran JKK dan JKM sebesar 99% dari bulan Agustus 2020 sampai dengan Januari 2021, Mengurangi persentase denda dari 2% menjadi 0,5%, memundurkan batas pembayaran iuran dari tanggal 15 bulan berikutnya menjadi tanggal 30 bulan berkutnya, mengumpulkan data rekening peserta yang upahnya dibawah 5 juta untuk mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari bulan September sampai dengan Desember 2020 dan informasinya akan diteruskan di tahun 2001.

Iuran termurah ( program JKK dan JKM) untuk pekerja Informal adalah Rp. 16.800,- per orang perbulan dan Iuran termurah ( program JKK dan JKM) untuk UMKM sebesar Rp. 12.600,- per orang perbulan dengan perlindungan jika terjadi musibah tenaga kerja meninggal dunia karena bukan kecelkaan kerja akan mendapatkan santunan Rp. 42 juta, biaya pengobatan sampai sembuh jika terjadi Kecelakaan kerja, penghasilan selama sementara tidak bekerja karena kecelakaan kerja, santunan 48 x upah, biaya pemakanan santunan berkala jika terjadi meninggal karena kecelakaan kerja dan lain-lain.

Seto Tjahjono juga memberikan apresiasi kepada perusahaan PT Surya Madistrindo yang mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta 4 program BPJAMSOSTEK.
An An Siti Maryam sebagai istri dari almarhum Eko Suyogo mengatakan “Alhamdulillah, bantuan dari BPJAMSOSTEK telah saya terima. Segala sesuatunya dipermudah. Insya Alloh, uang yang diterima akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena anak saya dua-duanya masih belum masuk sekolah. Dan sebagian kecil lagi akan saya gunakan sebagai tambahan modal usaha yang sudah dirintis suami dulu, dan saya pegang sekarang, Terimakasih kepada semua pihak terkait yang telah membantu saya dan keluarga”.

Selama Pandemi Covid-19 BPJAMSOSTEK tetap memberikan layanan, yakni melalui system online dan onsite dengan protocol pencegahan penularan Covid-19 yang ketat.
Jumlah klaim yang telah dibayarkan dari bulan januari 2020 sebanyak 21.712 klaim dengan uang sebanyak Rp 170.725.536.511.05.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds