Tim Kantor Staf Presiden Tinjau Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum

Tim Kantor Staf Presiden Tinjau Penanganan Hulu Citarum

Tim Kantor Staf Presiden Tinjau Penanganan Hulu Citarum

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim dari Kantor staf Presiden melakukan peninjauan penanganan hulu Sungai Citarum untuk melihat progres pengerjaan program Citarum Harum.


Ketua Harian Satgas Citarum Harum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi mengatakan, sejak Perpres Citarum Harum keluar pada 2018, sudah banyak penanganan di sepanjang DAS Citarum, termasuk wilayah hulu.

“Hari ini, dari kantor staf Presiden, stafnya Pak Moeldoko melakukan peninjauan wilayah hulu. Kemarin meninjau IPAL Komunal limbah domestik ke wilayah Karawang atau sektor 18,” tutur Mayjen TNI (Purn) Dedi di Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (5/11).

Hulu merupakan bagian terpenting dalam menangani pencemaran Sungai Citarum, sejak dari hulu kualitas air harus terjaga baik dari pencemaran, sedimentasi maupun ketersediaan air.

Tim dari Kantor Staf Presiden melakukan peninjauan pembangunan IPAL ternak Komunal pada Blok Lodaya, DesaTarumajaya yang akan mengolah limbah kotoran ternak bagi 200-an sapi milik warga.

Limbah dari kotoran ternak menjadi salah satu masalah pencemaran wilayah hulu.

Menurut Dedi dengan adanya IPAL ternak komunal, harapannya bisa mengurangi beban pencemaran Sungai Citarum.

“Memang belum menyeluruh, karena masih ada yang ternak tersebar, tapi akan ditangani secara bertahap,” ujarnya.

Selain meninjau pembangunan IPAL limbah ternak komunal, tim Kantor Staf Presiden juga melakukan peninjauan Situ Cisanti yang menjadi KM 0 Citarum.

“Memang penanganan Citarum ini harus berawal dari hulu. Hutan di Situ Cisanti ini harus terpelihara, tidak boleh ada perambahan. Dengan menjaga hutan, selain bisa menjaga kuantitas dan kualitas air Sungai Citarum, juga bisa mencegah terjadinya erosi akibat air hujan yang langsung mengalir ke sungai tanpa diserap pohon dulu,” paparnya. 

Pada wilayah hulu penanganan lahan kritis masih harus dilakukan, mengingat banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari bertani.

Menurut Ketua Harian Satgas Citarum Harum, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk penanaman pohon keras.

Untuk mencegah perambahan hutan, pihaknya bekerjasama dengan pelbagai pihak, seperti Perhutani. Pada lahan-lahan milik Perhutani dilakukan penanaman pohon keras yang ditumpang sahelangi penanaman kopi.

“Kopi memiliki nilai ekonomis tinggi, harapannya, ke depan masyarakat tidak lagi bertani sayuran dan beralih ke kopi, sehingga beban sedimentasi terus berkurang,” katanya.

Dedi melanjutkan, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat wilayah hulu, mengingat masih banyak masyarakat membuang limbah domestik ke sungai.

“Kami berpesan kepada masyarakat, khususnya wilayah hulu untuk terus memelihara hutan agar sumber air terpelihara,” katanya.

“Untuk limbah domestik, kami juga imbau agar warga bisa melakukan pengurangan membuang limbah rumahtangganya ke sungai, buat dulu setidaknya safety tank dan IPAL komunal, juga kurangi limbah plastik,” imbaunya.

Satgas Citarum

Pada bagian hilir, penegakan aturan juga terus berlangsung. Pencemaran dari limbah industri saat ini sudah lebih baik ketimbang sebelum ada program Citarum Harum.

Baca Juga: Tahun Ini, BBWS Citarum Fokus Bangun Kolam Retensi Andir dan 5 Polder Baleendah

“Kepatuhan industri sudah mulai bagus, walaupun masih ada juga yang nakal, ngumpet saat malam atau hujan membuang limbah secara langsung ke sungai. Ini harus petugas lapangan kejar,” tutupnya.

(adv)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …