Kelompok Informasi Masyarakat Dilibatkan untuk Edukasi Pemilih Pilkada 2020

Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Dikdik Sadaka.

Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Dikdik Sadaka.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Di tengah hantaman pandemi Covid-19, tahapan Pilkada 2020 masih terus berjalan. Selain menjaga kedisiplinan dalam protokol kesehatan pencegahan Covid-19, masyarakat dituntut harus tetap cerdas memilih kepala daerah. Demi menyosialisasikan cara memilih cerdas dan tetap sehat di saat penyelenggaraan Pilkada, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memaksimalkan peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).


KIM sebagai mitra Kominfo merupakan agen informasi yang bisa langsung menyampaikan ke masyarakat, menyajikan berita dan informasi yang benar serta sekaligus mengantisipasi dan meluruskan berita yang menyesatkan (hoax).

Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Dikdik Sadaka mengatakan KIM merupakan salah satu mitra strategis pemerintah, berperan sebagai motor penggerak untuk mengedukasi masyarakat agar tetap berpartisipasi aktif dan cerdas dalam Pemilihan Serentak 2020.

“Kita ingin pemilih itu tidak hanya cerdas dalam memilih pemimpin, tetapi juga cerdas dalam memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Dikdik berharap diseminasi informasi terkati Pemilihan Serentak 2020 yang dilakukan KIM memperoleh dukungan dari Pemerintah Daerah setempat. Kolaborasi KIM dengan pemerintah daerah dalam situasi pandemi seperti sekarang sangat membantu KPU dalam mencapai target partisipasi pemilih.

“Tugas KIM adalah mendorong masyarakat agar tidak salah memilih pemimpin, sekaligus mengkampanyekan protokol kesehatan dalam Pemilihan Serentak 2020, agar masyarakat tidak ragu dan takut datang ke TPS. Partisipasi aktif (memilih di TPS) masyarakat sangat kita harapkan agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” ujar Dikdik.

KIM memang dianggap sebagai kelompok yang paling dekat dengan masyarakat di level bawah dan mengetahui keinginan masyarakat akan sosok ideal seorang pemimpin. Salah satu contoh peran keterlibatan kelompok ini yang sudah membaur dengan masyarakat adalah KIM Mekarjaya, Kota Bandung. Masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran KIM di tengah-tengah mereka sebagai sumber informasi bagi masyarakat terkait berbagai program pemerintah.

“Warga sudah mengerti kalau ingin tahu sesuatu tentang program/kebijakan pemerintah, pasti datang ke kami. Kadang mereka juga suka bertanya kapan ada lagi kegiatan sosialisasi atau penyuluhan tentang program pemerintah. Itu tandanya mereka sudah berpartisipasi aktif dalam proses peningkatan kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional” ujar Sekretaris KIM Mekarjaya Kota Bandung, Deni Irawan.

KIM di Mekarjaya bahkan sudah menjadi tempat menampung aspirasi warga terkait berbagai program dan kebijakan pemerintah. Aspirasi warga ini menjadi bahan sosialisasi agar masyarakat menjadi pelaksana utama pembangunan nasional.

Berdasarkan pengalaman pilpres kemarin, inginnya masyarakat itu sederhana, ingin punya pemimpin yang jujur dan adil, dan Pemilihan tidak ada kecurangan. Masyarakat itu gamau dibohongi, itu gitu aja.

“Kami sering berkomunikasi langsung dengan masyarakat, itulah gambaran umum keinginan mereka,” kata Deni.

Sementara, penyelenggara Pemilihan yaitu KPU optimis partisipasi masyarakat dapat terpenuhi kendati masih dalam situasi pandemi. “Pemilihan Kepala Daerah ini untuk kepentingan rakyat, satu-satunya cara perputaran kepemimpinan regular yang damai. Jadi rakyat harus menggunakan daulatnya. Apapun kondisinya, kita berharap target partisipasi pemilih 77,5 persen dapat tercapai,” kata, Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya

Persiapan menuju hari H Pemilihan Serentak oleh KPU didukung penuh tidak hanya oleh Kominfo, tetapi juga media massa yang ikut bertanggung jawab mencerdaskan masyarakat terkait hal tentang Pemilihan.

“KPU telah kerja keras (menyiapkan Pemilihan) di tengah situasi seperti ini (pandemi). KPU dan semua pihak sudah berupaya kreatif dan inovatif meskipun ancaman Covid-19 masih tinggi. Ini jadi tantangan juga buat media membantu KPU dan Kominfo memenuhi target partisipasi pemilih,”ujar praktisi media, Noe Firman Rachmat.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds