Seabad, Persis Launching Buku “Persis di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa”. 

Para penulis Buku

Para penulis Buku "Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa" hingga ketua pelaksana saat berfoto bersama usai melaksanakan pers conferense di "Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa". 

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Dalam rangka menyambut seratus tahun Persatuan Islam (Persis) akan digelar acara Seminar Jelang Seabad Persatuan Islam, disertai dengan pelaunchingan perdana buku yang berjudul “Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa”.


Buku yang dicetak dengan tujuan sebagai kenang-kenangan untuk seratus tahun Persis, dan juga untuk meningkatkan tradisi literasi, akan dilaunching pada 10 November 2020 di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung.

Penulis Buku “Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa”, Prof. Dr. H. Dadan Wildan Anas, M. Hum, mengatakan dalam rangka menyambut seratus tahun Persatuan Islam, yang akan jatuh pada tahun 2023 nanti. Akan dibuat kenang-kenangan dalam bentuk buku.

Tujuan dari pembuatan buku yang berjudul Persis Di Era Millenium Kedua, kata Dadan, adalah untuk terus menggulirkan tradisi literasi di Persis. Apalagi, Persis terkenal dengan tradisi literasinya, karena banyak tulisan, majalah dan intelektual yang lahir dari Persis.

“Dalam era seratus tahun ini, maka harus lahir kembali tradisi literasi Persis. Sehingga, kami mengundang banyak penulis yang terkait dengan Persis. Baik itu pernah belajar di Pesantren Persis, Aktivis Jamiyah Persis, untuk menulis buku ini secara bersama dan memberikan kontribusi besar, bagaimana seratus tahun Persis di masa lalu dan seratus tahun kedepan,” ujar Dadan saat pers conference “Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa”.

Arti dari judul Menalar Lampau dan Meretas Asa. Yaitu melihat seratus tahun yang lalu tentang bagaimana kiprah Persis, baik sejak pertama kali berdiri, dinamikanya, kehidupan sosial, politik, dakwah dan yang lainnya. Dan juga bagaimana Persis seratus tahun kedepan.

“Sehingga harus ada perubahan mendasar bagi perkembangan Jam’iyah Persis ini. Dimana Persis harus tampil dengan beberapa Ormas Islam mainstream di Indonesia, seperti Muhammadiyah, NU,” sambungnya.

Dengan buku ini, lanjut Dadan, maka bisa melihat Persis di masa lalu dan langkah Persis kedepan. Karena Persis punya sejarah di masa lalu dan Persis punya harapan sejarah yang lebih baik kedepan.

“Setelah membaca buku ini, mereka bisa merenungkan organisasi yang ada didalamnya dan kita harus membuat sejarah baru,” tutup Dadan.

Prof. H. Atip Latipulhayat, SH., LL.M., Phd yang juga merupakan penulis buku “Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Lampau dan Meretas Asa”, menambahkan bahwa Persis seratus tahun pertama adalah salah satu ormas tertua dan arus utama, disamping Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Oleh karena itu, bagaimana caranya orang diluar Persis bisa melihat Persis. Kata Atip, Persis adalah salah satu yang menjadi pendiri dari Republik Indonesia.

“Seratus tahun pertama, Persis sudah berhasil menjelaskan Islam yang otentik,” ujar Atip.

Atip menjelaskan bahwa “Menalar Lampau”. Artinya melihat masa lalu bukan hanya sebagai sebuah nostalgia tapi sebagai sebuah pembelajaran. Jadi, menalar itu membaca dengan akal, bukan melihat dengan mata. Selanjutnya “Meretas Asa” adalah merencanakan dan membuat daftar harapan seratus tahun kedua.

“Setelah Persis berhasil di seratus tahun pertama untuk menjelaskan Islam yang otentik, maka pada seratus tahun kedua, agenda Persis adalah harus menghadirkan Islam,” tutur Atip.

Tulisan itu akan menjadi khasanah pembelajaran yang terpelihara, dibandingkan dengan tradisi lisan yang sulit dilacak. Oleh karena itu, buku ini adalah awal untuk menemukan tradisi literasi di Persis.

“Persis itu adalah ormas yang kreatif dalam menciptakan metode dakwah yang baru. Bahkan ketika belum ada dakwah di radio, disamping mengisi di Radio Republik Indonesia, Persis punya radio sendiri. Ke depan, objek dakwah dari Persis itu adalah para generasi milenial,” papar Atip.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bandung, Erry Ridwan Latief, meyakini buku dengan judul “Persis Di Era Milenium Kedua. Menalar Masa Lampau, Meretas Asa” ini mampu meningkatkan kekuatan silaturahmi antar ormas-ormas Islam. Kata Erry, dilihat dari judulnya saja, buku ini punya obsesi. Apalagi dalam pelaunchingan buku ini, hadir tokoh-tokoh nomor satu yang berpengaruh di setiap ormas Islam.

“Saya tidak sudah tidak sabar untuk menghadiri acara 10 November nanti. Karena saya yakin apa yang dihadirkan oleh para penulis dan para tokoh dari ormas Islam, akan menjadi tenaga bagi kita di Kabupaten Bandung,” ucap Erry.

Ketua Pelaksana Seminar Jelang Seabad Persatuan Islam dan pelaunchingan perdana buku Persis Di Era Milenium Kedua, Salman Alfarisyi mengatakan acara akan digelar di Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, pada 10 November 2020. Pemilihan tanggal tersebut dikarenakan, itu merupakan hari pahlawan dan juga masih merupakan rangkaian dari Hari Santri Nasional.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh ormas Islam yang ada di Indonesia, bisa berkomunikasi,” ujar Salman.

Salman mengungkapkan bahwa karena acara ini digelar di tengah pandemi Covid 19, sehingga ada aturan yang harus ditaati yaitu terkait protokol kesehatan. Salman memastikan pihaknya selalu berkomunikasi dengan Satgas Covid 19, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, serta Polresta Bandung.

“Yang jelas kemasannya kita harus dapat. Dari mulai kaum milenialnya sampai kaum kolonialnya,” pungkas Salman.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …