Di Luar Pulau Biawak, Komisi X DPR RI Dorong Destinasi Desa Wisata di Indramayu

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, di Kampus Hijau Kabupaten Indramayu, Jumat (6/11/2020).

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, di Kampus Hijau Kabupaten Indramayu, Jumat (6/11/2020).

POJOKBANDUNG.com – Komisi X DPR RI, mendorong setiap desa di Kabupaten Indramayu untuk diormbak menjadi desa wisata. Upaya ini bisa menjadi pendobrak ekonomi masyarakat yang berbasis ekonomi kreatif dan pariwisata, seperti yang telah dijelankan banyak desa di daerah lain.


“Jangan menunggu lama, biarkan saja Pulau Biawak itu menjadi bagian dari skenari pemerintah. Tapi kita berharap yang bisa didorong adalah perkembangan desa wisata, dan harus menjadi alternatif,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, di Kampus Hijau Kabupaten Indramayu, Jumat (6/11/2020).

Hadir dalam pertemuan tersebut, pimipinan Kampus Hijau, Dedi Wahidi, Direktur Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), dan Kepala Dinas Pariwisata K abupaten Indramayu, serta Anggota DPRD Jabar, Sidkon Djampi.

Huda mengatakan, Indramayu merupakan kabupaten yang berada di posisi poros strategis untuk wilayah Pantai Utara Jawa Barat, seperti halnya Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya di wilayah Priangan Timur.

“Indramayu punya habits (kebiasaan) sendiri, potensi sendiri, destinasi sendiri, yang bahkan berbeda  di Jawa Barat,” katanya.

Dengan begitu Huda menegaskan, Indramayu jangan pernah merasa tidak memiliki apa-apa karena jika digali, Indramayu sesungguhnya mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar, terutama yang berbasis ekonomi kreatif.

Menurutnya, Indramayu begitu banyak memiliki potensi kekayaan alam, di antaranya laut dan gas alam. Apalagi jika digali lebih jauh, maka Indramayu bisa melakukan lompatan ekonomi lebih jauh melebih daerah lainnya.

“Saya yakin Indramayu bisa melompat cepat dan bisa lari meninggalkan daerah Pantura yang lain,” paparnya.

Guna mewujudkan destinasi desa wisata, lanjut dia, harus diawali dengan pola pikir masyarakatnya, di mana setiap individu harus memposisikan diri sebagi subyek, bukan obyek.

“Kuncinya adalah kita semua harus menjadi subyek untuk menginsisi, memprakarsai kreativitas yang harus ditata di Kabupaten Indramayu ini,” tegasnya.

Huda mengatakan, dirinya sudah bebrapa kali mendapat masukan dari para kepala desa dan masyarakat Indramayu. Potensi untuk mengembangkan desa wisata itu ternyata banyak, di antaranya wisata agro mangga gedong gincu dan Desa Jeruk Segeran.

“Ada Desa Jeruk Segeran, ada juga Desa Mangga Gedong Gincu, yang sesungguhnya itu bisa menjadi desa wisata agro. Jadi sangat amat mungkin dan bahkan bisa kita dorong menjadi pengaruasutamaan destinasi desa wisata di Kabupaten Indramayu ini. Dan jangan ditunda-tunda untuk mengembangkan postensi ini,” kata Huda.

Ia menegaskan, mulai tahun 2021 pemerintah melalui Kemenparekraf akan digelontorkan anggaran khusus untuk pengembangan desa-desa wisata di seluruh Indonesia. Karena itu, harus ada inisiatif dari pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk memanfaatkan kebijakan anggaran tersebut.

“Kami ingin Pak Kadis langsung saja bikin program alokasi APBD Kabupaten Indramayu untuk ikut membangun dan mengembangkan percontohan desa wisata, nanti tinggal dikolaborasikan,” pungkas Huda.

(azm)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …