Donor Darah Aman, PMI: Jangan Takut Ketularan Covid-19

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pengambilan darah pendonor di ruang pelayanan donor darah Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bandung di Komplek Kopo Permai 1 Blok 55A No.12 Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Jumat (6/12).

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pengambilan darah pendonor di ruang pelayanan donor darah Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bandung di Komplek Kopo Permai 1 Blok 55A No.12 Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Jumat (6/12).

POJOKBANDUNG.com,  SOREANG – Meskipun di tengah pandemi Covid 19, masyarakat diminta untuk tidak khawatir pada saat mendonorkan darahnya.


Kepala Unit Transfusi Darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung, dr. Hendra Gunawan mengatakan walaupun saat ini dunia sedang mengalami bencana non alam (Covid-19), namun warga tak perlu takut bila memiliki keinginan mendonorkan darahnya melalui PMI Kabupaten Bandung.

“Jajaran PMI Kabupaten Bandung telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sesuai dengan anjuran dari pemerintah, saat proses transfusi darah. Sehingga masyarakat tak perlu takut untuk mendonorkan darahnya,” ujar dr. Hendra pada Jumat (6/11).

Apabila masyarakat berkeinginan mendonorkan darahnya, lanjut dr. Hendra, maka bisa langsung mendatangi kantor PMI Kabupaten Bandung di kawasan Komplek Kopo Permai, Margahayu, kabupaten Bandung. Syaratnya protokol kesehatan harus selalu diterapkan.

“Tidak usah takut ketularan (Covid-19). Pasalnya kami pun selalu menerapkan 3M agar karyawan PMI dan pendonor terhindar dari Covid-19. Kami berharap masyarakat mau menyumbangkan darahnya secara sukarela disaat pandemi ini,” sambungnya.

Melihat stok darah sekarang ini, dirinya mengakui bahwa PMI Kabupaten Bandung kerap mengalami kekurangan. Apalagi jika harus memenuhi permintaan rumah sakit. Misalnya, jika salah satu rumah sakit meminta 50 labu kadang, maka pihaknya tidak bisa memenuhi.

“Ya kalau jumlah sedikit secara rutin masih bisa tapi secara keseluruhan tidak bisa terpenuhi,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya kerap kali menyarankan bagi yang mengajukan kebutuhan darah ke unit transfusi darah PMI Kabupaten Bandung agar turut menyiapkan donor pengganti.

“Biasanya di awal-awal bulan ketika banyak pasien thalasemia yang butuh banyak (labu) darah. Sehingga mengalami crowded (penuh permintaan).  Bahkan keluarga pasien pun sampai datang langsung ke PMI,” tutur dr. Hendra.

Menurut dr. Hendra, walaupun beberapa pendonor darah yang rutin masih ada datang ke PMI, tetapi untuk memenuhi kebutuhan darah seluruh rumah sakit tentunya tidak akan tercukupi.

“Masa pandemi ini rata rata perbulan 1.500 pendonor. Nah kami mensuplai ke beberapa rumah sakit di yang ada di Soreang maupun di Kota Bandung, salah satunya Rumah Sakit yang ada di kecamatan Soreang, Majalaya, Emanuel, Cicalengka, Siloam, RSKIA, Al Ihsan, dan beberapa rumah sakit lainnya,” pungkas dr. Hendra.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds