Gempa Kab. Bandung karena Sesar Garsela

ist ( foto: dokumend).

ist ( foto: dokumend).

POJOKBANDUNG.com, KAB. BANDUNG – Berdasarkan informasi yang dapat dilihat di akun media sosial @bmkgwilayah2, terjadi gempa bumi tektonik M 4.0 di Kabupaten Bandung-Jabar dan tidak berpotensi tsunami.


Kepala BBMKG Wilayah II Tanggerang, Hendro Nugroho mengatakan kejadian dan Parameter gempa bumi yaitu pada Minggu (1/11) pukul 21.34 WIB. Hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempa bumi ini berkuatan M=4.0. Episenter terletak pada koordinat 7.20 LS dan 107.60 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 KM Tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat. “Pada kedalaman 5 Kilometer,” kata Hendro dalam keterangan tulisnya.

Jenis dan mekanisme gempa bumi yaitu dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela. Adapun dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, di wilayah Kecamatan Pangalengan dengan skala intensitas III MMI, dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), kemudian di Kecamatan Ciparay, Majalaya, Baleendah dan Soreang, dengan skala intensitas II MMI, dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Terakhir di Kecamatan Parongpong dengan skala intensitas I MMI, dimana getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” sambungnya.

Terkait gempabumi susulan, Hendro menjelaskan bahwa hingga pukul 22.15 WIB, berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukan adanya enam kejadian aktifitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds