Visi-Misi Cabup, Nia: Kesejahteraan Warga Baik, Yena: Masyarakat Sering Mengeluh, DS: Kami Pelayan Bukan Majikan

POJOKBANDUNG.com, MARGAHAYU – Tiga pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung, Kurnia Agustina-Usman Sayogi, Yena Iskandar Masoem-Atep, dan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, bertarung dalam debat publik yang bertemakan Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung.


Sesi Pertama debat publik diawali dengan pembukaan acara oleh Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya. Sesi selanjutnya adalah mendengarkan visi misi dari pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Bandung, dengan durasi tiga menit untuk masing-masing pasangan calon.

Calon Bupati Nomor Urut 1, Kurnia Agustina mengatakan Kabupaten Bandung sudah mencapai tingkat kesejahteraan yang cukup baik. Yaitu dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya sebesar 72,41 persen. Wanita yang berpasangan dengan Usman Sayogi dalam Pilkada Kabupaten Bandung, menambahkan nilai tersebut diatas rata-rata provinsi dan nasional.

“Maka dari itu, untuk melanjutkan keberhasilan, kami hadir melalui visi, Kabupaten Bandung yang unggul melalui karakter Sabilulungan, tata kelola pemerintahan yang baik, sinergi pembangunan pedesaan dan urban, berlandaskan religius, kultural dan berwawasan lingkungan. Yang semua diurai dalam 19 misi, dikupas dalam lima koridor besar pembangunan dengan tagline Kabupaten Bandung Bageur, Cageur, Bener dan Pinter,” ujar wanita yang akrab disapa Teh Nia di sela-sela debat publik pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung di Kopo Square, Margahayu, Sabtu (31/10).

Sementara itu, Calon Bupati Nomor Urut 2, Yena Iskandar Ma’soem menuturkan bahwa dirinya seringkali mendengar keluhan saudara dan handai taulannya mengenai permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, dirinya bersama Atep hadir untuk membawa perubahan yang dahsyat.

“Kami ingin mewujudkan Kabupaten Bandung yang amanah, mandiri, sejahtera dan berperi kepribadian. Dengan semangat gotong royong, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhineka tunggal ika,” ujar Yena.

Tema debat kali ini adalah peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Maka, lanjut Yena, pelayanan yang excellent dan prima merupakan harapan masyarakat dan merupakan suatu keharusan. Menurutnya, kesejahteraan yang didambakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung merupakan suatu kewajiban harus diperjuangkan oleh seorang pemimpin.

“Oleh sebab itu, saya dan Kang Atep memiliki misi terkait peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Yena.

Calon Wakil Bupati Nomor Urut 2, Atep menambahkan bahwa dirinya memiliki keinginan agar Kabupaten Bandung bisa berkompetisi dan menjadi yang terbaik dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Indonesia, khususnya terkait dengan sepak bolanya.

“Visi misi kami dibagi menjadi empat komponen, yaitu pelayan publik, kesehatan dan pelayanan pendidikan,” tambah Atep.

Terakhir, Calon Bupati Bandung Nomor Urut 3, Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa bersama dengan Sahrul Gunawan, ingin mewujudkan terbentuknya Kabupaten Bandung Bedas. Pria yang akrab disapa Kang DS ini, menjelaskan bahwa Bedas memiliki tiga arti. Pertama, Bedas adalah kata dari bahasa sunda, yang artinya kuat dan gede tanaga. Kedua, Bedas adalah singkatan dari Bersama Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. Ketiga yaitu Bedas merupakan akronim dari kata Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera.

“Dilengkapi dengan lima misi, sembilan bidang dan tujuh rencana aksi. Tentunya, pasangan Bedas dalam lima tahun kedepan, akan melakukan terobosan-terobosan dan perubahan-perubahan di Kabupaten Bandung. Sesuai dengan tagline Bedas, maka kami sebagai pelayan bukan sebagai majikan bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ungkap Kang DS.

Calon Wakil Bupati Bandung Nomor Urut 3, Sahrul Gunawan menceritakan pengalamannya saat berkeliling wilayah Kabupaten Bandung. Tepatnya di daerah Cipelah, dirinya bertemu dengan seorang petani yang mengeluh karena kesulitan dalam membuat KTP.

“Bedas ke depan akan melakukan digitalisasi pelayanan publik, karena sesungguhnya pemilik Kabupaten Bandung ini adalah masyarakat itu sendiri. Harus terlayani dengan baik, harus dilayani sepenuh jiwa semuanya, tidak terkecuali, penyandang disabilitas,” pungkas Sahrul.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …