Imas Tenang Menjalani Pengobatan Bersama JKN-KIS BPJS Kesehatan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI Salah satu prinsip diselenggarakannya Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh BPJS Kesehatan adalah dana amanat. Artinya, iuran dan hasil pengembangan merupakan dana titipan dari peserta untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan peserta Jaminan Sosial Kesehatan, iuran dari peserta untuk peserta. Prinsip inilah yang membedakan jaminan sosial kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan dengan perusahaan jaminan kesehatan lainnya.


Menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari membutuhkan kondisi fisik prima dan harus mampu menjaga diri sebaik mungkin agar tidak sampai  terkena penyakit, sebab kesehatan merupakan karunia dari Tuhan yang harus tetap dipertahankan agar kerja dan ibadah bisa berjalan baik.

Seperti itulah prinsip yang dipegang oleh Imas, salah seorang warga RW 27 di Kelurahan Citeureup Kota Cimahi. Menurutnya penting untuk memiliki jaminan kesehatan yang dapat membantu saat membutuhkan perawatan atas penyakit yang diderita. Oleh karena itu, pada tahun 2015 Imas mendaftarkan dirinya dan keluarganya pada Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Imas yang mempunyai penyakit diabetes ini merasa sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN-KIS ini.

“Yang paling saya ingat, tahun lalu saya pernah menggunakan Program JKN-KIS untuk rawat inap dua kali saat diabetes saya kambuh,” kenang Imas. Dia sangat bersyukur saat harus dirawat di RS selama kurang lebih 10 hari dan dia tidak perlu membayar sama sekali selama dia dirawat di RS tersebut. Dijamin seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Di RS itupun Imas ditangani dengan cepat dan baik oleh seluruh perawat maupun dokternya.

Awalnya Imas merasakan pusing yang amat sangat pada kepalanya. Kemudian, dia mual dan dilanjutkan dengan muntah. Segeralah keluarga membawanya ke IGD RS, disana ia langsung ditangani oleh dokter yang merawatnya dengan memberikan obat, infus, dan kemudian mencarikan ruang perawatan untuk Imas.

Selama dirawat, dirinya merasakan tidak ada pembedaan antara yang menggunakan Program JKN-KIS maupun pasien umum. Setelah dirinya dinyatakan sembuh dan dapat pulang ke rumah, Imas diberi obat rawat jalan oleh dokter yang merawatnya tanpa biaya tambahan hingga sekarang. “Program ini sudah sangat baik, namun saya terus berharap agar pelayanan, penanganan, dan fasilitas kesehatan yang diberikan kepada peserta dapat selalu ditingkatkan,” tutup Imas.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds