Dihipnotis Motor Hilang, Mobil Hasil Pensiun Lenyap, Terharu! Kini Ditemukan di Mapolresta Bandung

BUKTI : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan memperlihatkan bukti kejahatan curanmor saat ekspos di Mapolresta Bandung, Senin (26/10).

BUKTI : Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan memperlihatkan bukti kejahatan curanmor saat ekspos di Mapolresta Bandung, Senin (26/10).

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Jajaran Polresta Bandung berhasil mengamankan sepuluh unit kendaraan roda dua dan lima unit kendaraan roda empat jenis pick up. Kendaran tersebut diamankan dari dua kelompok curanmor, yang biasa beraksi di wilayah Bandung Raya.


“Periode kasus pencurian kendaraan bermotor ini pada 2019 sampai 2020. Kita mengungkap lagi dua kelompok, ada yang tiga orang dan dua orang, kemudian satu orang penadah,” ujar Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat ekspos curanmor di Mapolresta Bandung, Senin (26/10).

Adapun pelakunya yaitu Yaitu H (35), AS (42), E (46), R (30), (DH) 27 dan ada Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH). Hendra mengungkapkan bahwa modus dari para pelaku kendaraan bermotor ini adalah mengintai atau mengawasi daerah-daerah yang sepi, dan parkir motor atau mobil yang  tidak terawasi dengan baik.

“Dengan menggunakan kunci astag ini, mereka berhasil membawa kendaraan tersebut,” ungkap Hendra.

Ada satu kelompok curanmor yang pelakunya, masih dibawah umur. Sehingga bisa disebut sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Pada saat melancarkan aksinya, ABH selalu berdua dengan temannya. Kata Hendra, sudah ada sembilan TKP. Yaitu di wilayah Bandung Raya terutama wilayah Polrestabes, Cimahi dan Kabupaten Bandung.

“Setelah kita pelajari, semua (pelaku) dari Kabupaten Bandung, seperti Majalaya dan Ibun,” jelas Hendra.

Selanjutnya, Hendra juga menuturkan bahwa masih ada pelaku yang masih dalam kategori Daftar Pencarian Orang. Kedepannya akan ada pengembangan, sehingga masyarakat akan lebih tenang dalam menyimpan kendaraannya.

“Pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun. Masyarakat agar lebih hati-hati karena sangat mudah sekali mengambil kendaraan, terutama jenis matic,” tandas Hendra.

Sementara itu, salah satu pemilik kendaraan bermotor yang menjadi korban curanmor, Yasir sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Polresta Bandung. Karena berkat kerja keras dari kepolisian, mobilnya bisa kembali. Dengan berurai air mata, Yasir menceritakan bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan yang dibeli dengan uang pensiunannya.

“Alhamdulillah ini mobil hasil dari taspen. Usaha satu-satu nya. Saya terharu,” kata Yasin sembari meneteskan air matanya.

Korban lainnya, Asep Sopian mengaku dihipnotis sebelum kendaraannya diambil oleh pelaku di Solokan Jeruk. Awalnya, kata Asep, pelaku menanyakan alamat kepadanya.

“Waktu bulan lalu (19/9), ada yang menepuk bahu, terus nyuruh nyuruh, buang batu gitu gitu. Saya ga sadar. Ternyata baru sadar kenapa motor ga ada, tas isi hp dan uang dompet pun ga ada,” pungkas Asep.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds