Gadaikan Mobil Rental, Sindikat Penipu di KBB Diringkus

Kendaraan roda empat hasil penyitaan dari tersangka pelaku penggelapan mobil rental di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kendaraan roda empat hasil penyitaan dari tersangka pelaku penggelapan mobil rental di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

 


POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sat Reskrim Polres Cimahi menyita 13 kendaraan roda empat hasil penyitaan dari tiga tersangka pelaku penggelapan mobil rental di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, penangkapan berawal dari laporan warga yang merasa tertipu oleh Asep Wikayandi.

“Pengungkapan berawal dari laporan korban bernama Gumilar Panji yang kehilangan mobil rental yang tersangka gelapkan,” katanya di Mapolres Cimahi, Kamis (22/10).

Yoris menambahkan, awalnya pelaku menjanjikan kepada para korban uang senilai Rp5 juta perbulan untuk setiap kendaraan yang ia rental. Namun kenyataannya kendaraan digadai ke orang lain.

“Dari laporan korban (Gumilar Panji) pada tanggal 15 Oktober 2020 dan pihak kepolisan menangkap pelaku atas nama Asep Wikayandi dan dua tersangka lain yakni Engkos Kosasih dan Ayi Kurnia kurang dari 24 jam,” katanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, hingga saat ini setidaknya telah 24 kendaraan yang digelapkan tiga orang pelaku dengan peran yang berbeda-beda. Setiap kendaraan dijual atau digadai Rp15-20 juta.

“Hingga saat ini baru 13 kendaraan yang berhasil kita amankan, kita akan terus dalami dan pengejaran,” katanya.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHPidana tentang serta pasal 55 dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku Asep Wikayandi mengaku, telah mengenal korban sejak lama dan awalnya tidak berniat menipu korban. Namun karena bisnisnya gagal, tersangka melakukan penipuan.

“Saya kenal dekat dengan korban, karena bisnis saya gagal jadi saya berbuat demikian,” katanya.

Salah seorang korban, Gumilar Panji mengatakan, mobilnya ia rentalkan kepada pelaku sejak bulan Juli. Namun setelah beberapa bulan pelaku tak juga membayar.

“Iya, katanya satu bulan Rp 5juta tapi gak bayar dan saya lakukan pelaporan,” katanya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds