Iseng-Iseng, Dua Siswi Ini Lolos Penyisihan OGN

Nasywaa Salsabila siswi kelas X SMA Al Ma'soem

Nasywaa Salsabila siswi kelas X SMA Al Ma'soem

POJOKBANDUNG.com, CIPACING-Kabar menggembirakan berhembus dari SMA Al Ma’soem Bandung. Dua siswinya ternyata lolos tahap 1 pada ajang Olimpiade Geografi Nasional (OGN) yang digelar Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi Universitas Indonesia, Oktober ini.
Kedua siswi ini adalah Nasywaa Salsabila dan Danisa Putri Ginanjar kelas X SMA. Mereka berhak maju ke tahap kedua untuk menyisihkan sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang yang digelar virtual ini menyedot perhatian pelajar se Indonesia. Buktinya, lebih dari 500 orang mengikuti olimpiade ini secara daring.


Nasywaa Salsabila, peserta kelas X IPS 2 mengaku, ikut olimpiade atas keinginan sendiri yang diajak oleh teman satu kelasnya yakni Danisa Putri Ginanjar. Dia iseng-iseng daftar secara online dan mengisi form pendaftaran yang dikeluarkan panitia olimpiade dari UI. Alhasil, Danisa dan Nasywaa lolos tahap penyisihan.

“Awalnya, kami daftar bertiga, tapi karena Raisya enggak mau nerusin, akhirnya saya dan Danisa yang ikutan ngisi olimpiade geografi secara online. Alhamdulillah lolos tahap 1, tinggal tahap kedua yang belum dikasih tahu jadwalnya,” ujar Nasywaa.

Dia menerangkan, informasi adanya olimpiade geografi diterima awal September. Kemudian di akhir september daftar secara online dan mengisi soal-soal olimpiade di aplikasi yang disediakan mahasiswa UI. Sebelum mengisi soal, para peserta diwajibkan mengikuti webbinar yang narasumbernya dosen UI dan dari Esri Indonesia.

“Sebetulnya ini webbinar itu gak ada sangkut pautnya dengan materi soal olimpiade, hanya pengenalan ilmu geografi di UI saja. Tapi karena suka dengan mata pelajaran Geografi akhirnya saya bisa menyelesaikan 50 soal olimpiade,” ungkap anak pasangan Ahmad Jayadi Prana dan Teni Herlina itu.

Remaja warga Bojongloa Kecamatan Rancaekek itu menambahkan, selain peserta dari Jawa Barat banyak peserta dari Aceh, Jambi, Padang, Sumatera Utara, Jateng, Jakarta, dan Provinsi lain di Indonesia. Di tahap pertama sekitar 500 orang mengikuti acara itu.

Karena masih pandemi dan tidak ada tatap muka, Nasywaa juga belum bertemu secara langsung dengan Danisa maupun panitia. Pengisian dan pendaftaran dilakukan secara online dan informasi melaluo email dan akun instagram. Sehingga, benar-benar tidak ada permainan point di sana.

“Soalnya itu ada 50, yang berisi materi geografi seperti ilmu bumi, bencana alam, rasi bintang, pemindahan ibu kota ke Kalimantan, seputar Covid-19 dan lain lain. Yang salah ngisi minus 1, yang gak diisi kosong dan yang benar point 10,” jelas siswi kelahiran Bandung 15 tahun silam ini.

Sementara, Humas Yayasan Al Ma’soem Bandung, Ayi Mi’raz menyebutkan, sekolah sangat mendukung kegiatan yang menunjang prestasi siswa. Terlebih, lanjut Ayi, ditengah pandemi Covid-19 ini, siswa harus lebih kreatif dalam belajar daringnya. Apapun kegiatannya, jika itu positif, sekolah akan mendukung dan menyuport secara penuh.

Menurut Ayi, Danisa dan Nasywaa adalah siswi berprestasi yang masuk ke Al Ma’soem melalui jalur prestasi. Dan memang mata pelajaran geografi dan IPS memang disenanginya.

“Mohon doanya semoga ananda Nasywaa dan Danisa bisa meraih hasil terbaik pada tahap selanjutnya,” harapnya. (nto)

Loading...

loading...

Feeds

Pordi Bersiap Menjadi Bagian dari KONI

Permainan Domino sangat populer di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bahkan di Sulawesi Selatan sudah menjadi budaya seperti acara pesta biasanya …

Telkomsel Alihkan 6.050 Menara ke Mitratel

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Memperkuat transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel melakukan aksi korporasi untuk penataan portofolio bisnis …

BPJAMSOSTEK Tasikmalaya Bagikan Helm bagi Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Tasikmalaya melakukan kegiatan Program Promotif Preventif tahun 2020 dengan membagikan alat pelindung diri (APD) berupa helm …