Tolak PAD Turun karena Potensi Pendapatan Belum Optimal

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat

RADARBANDUNG.id, SOREANG – Kabupaten Bandung dinilai memiliki potensi pendapatan yang melimpah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung diminta untuk memaksimalkan potensi tersebut. Sehingga tidak ada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung.


Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat mengungkapkan bahwa pihaknya menolak adanya asumsi penurunan Pendapatan Asli Daerah (Kabupaten Bandung), di angka delapan sampai sepuluh persen. Menurutnya dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung sebanyak 3,7 juta jiwa dan luas wilayah lebih dari 17 ribu meter persegi, ada banyak potensi pendapatan yang bisa dioptimalkan.

“Dari sisi pajak, ada pajak reklame, billboard dan spanduk, itu 50 persen bodong,” ujar Yayat saat wawancara di Kantor DPRD Kabupaten Bandung, Kamis (8/10).

Selain itu, ada pajak yang berasal dari tera ulang. Apalagi, tera ulang ini kewenangannya sudah diberikan kepada Kabupaten Bandung, tetapi dari tera ulang ini kurang dari Rp250 juta. Menurutnya, jika bisa berhasil memaksimalkan potensi pajak dari tera ulang, maka tak kurang dari Rp2 milyar bisa didapat.

“Coba Anda hitung berapa pelanggan PDAM, itu di angka 30 ribu orang. Pasti meternya di tera. Kemudian SPBU juga di tera. Terus timbangan-timbangan yang ada di pasar tradisional, dengan jumlah asumsi pedagang di angka 20 ribu orang, itu rata-rata satu timbangan. Saya pernah jadi pedagang, pernah bayar satu tahun itu Rp50 ribu untuk timbangan duduk, belum timbangan yang digital. Kemudian juga ada potensi dari tera ulang meteran modern dan semi modern. Selain itu, karcis itu kan harus di tera semua. Maka, saya usulkan perda tersendiri tentang tera ulang,” papar Yayat.

Selain itu juga ada potensi pendapatan dari retribusi parkir. Yayat mengungkapkan bahwa setiap bulan itu ada penambahan jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Dirinya mengusulkan pembayaran parkir kendaraan dilakukan satu pintu. Misalnya, pertahun Rp25 ribu. Jumlah tersebut dibayarkan pada saat pemilik kendaraan membayar pajak kendaraan bermotor.

“Nanti dikasih hologram atau tanda khusus, kemana pun dia parkir motor, dia tidak akan bayar. Tinggal bagaimana Kabupaten Bandung koordinasi dengan Bapenda Provinsi Jawa Barat. Kalau retribusi diberikan, maka akan ada pelayanan. Sehingga, ketika ada kehilangan itu bisa dipertanggungjawabkan, itu kan dari sisi negara melindungi konsumen,” papar Yayat.

Selanjutnya ada potensi pendapatan dari aset-aset yang ada diluar Kabupaten Bandung dan ada di Kabupaten Bandung. Menurut Permendagri, tanah-tanah yang tidak produktif di luar wilayah itu bisa dimaksimalkan menjadi satu potensi pendapatan, misalnya, disewakan.

“Lahan-lahan di Kabupaten Bandung banyak yang tidur atau kosong. Itu bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga misalnya disewakan. Itu kan menghasilkan pendapatan, tapi tidak menghilangkan kepemilikan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Kata Yayat, hal-hal diatas adalah bentuk dorongan untuk dari sisi pendapatan. Kemudian, dari sisi belanja maka pendapatan akan dioptimalkan. DPRD Kabupaten Bandung akan mengefisiensikan belanja. Agar sesuai target dan ada output atau outcome yang dihasilkan.

“Pertama adalah pemulihan ekonomi dan kesehatan serta sosial, termasuk bantuan-bantuan bagi yang terdampak Covid 19 seperti sembako dan yang lain. Selain itu, ada pemberdayaan dibidang masalah kaum milenial. Industri kreatif ini sangat luar biasa. Digital dan 4.0 itu harus diberdayakan. Jadi, pemulihan ekonomi,” paparnya.

Yayat mengungkapkan PAD Kabupaten Bandung sebelumnya Rp 1 triliun lebih Rp 5,6 milyar. Namun saat ini diturunkan menjadi Rp860 milyar. Jadi, ada penurunan lebih Rp150 milyar. Pihaknya mengaku menolak hal tersebut.

“APBD di angka Rp6 triliun, sekarang pendapatan pasti menurun. Tapi, kami tetap bertahan bahwa pendapat asli daerah Kabupaten Bandung minimal tetap,” pungkas Yayat.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Nakes di Bandung Rasakan Efek Vaksin Covid-19

POJOKBANDUNG.com , BANDUNG – Tahap pertama pelaksanaan suntik vaksin Covid-19 di Kota Bandung sudah dimulai, Kamis (14/1/2021). Sejumlah Puskesmas dan …

Nyabu, Vokalis Band Kapten Diringkus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan seorang pria berinisial AZ. AZ diciduk dari kamar kostnya yang berada …

Update Gempa Mamuju Sulbar: 34 Meninggal

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Korban akibat gempa Sulawesi Barat bertambah. Sampai dengan Jumat (15/1/20210) pukul 14.00 WIB, jumlah korban meninggal menjadi …