Tak Ingin Petani Merugi, Tawarkan Program Kartu Tani

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pasangan Calon bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan menawarkan program Kartu Tani sebagai bagian dari program Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR).


Program tersebut menjadi salah satu prioritas jika mereka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung periode 2021-2026. PUMR sendiri adalah usulan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Barat bagi para calon yang bertarung di Pilkada Serentak 2020.

“Kartu tani diperuntukan bagi para pelaku tani yang memiliki lahan sendiri dan masuk dalam kriteria pelaku tani yang berdomisili di Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Supriatna, Kamis (1/9/2020).

Menurut dia, Kartu Tani adalah bantuan bagi para petani dengan anggaran sebesar Rp50 miliar per tahun untuk mengantisipasi banyaknya petani yang merugi. Pemerintah menyiapkan segala bentuk kebutuhan petani mulai dari sebelum, proses, hingga sesudah bertani.

“Pemerintah harus mampu mengolaborasikan para tengkulak, sehingga ke depannya tidak ada lagi petani yang merugi di kala musim panen tiba,” ucap dia.

Program ini ia sebut penting karena kondisi yang sangat strategis di bidang pertanian, masih banyak petani yang sering merugi saat musim panen. Rata-rata mereka kesulitan memasarkan hasil pertanian hingga dihargai murah oleh para tengkulak.

Melalui program Kartu Tani ini, pemerintah mampu turun tangan membantu kerja sama bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan ritel-ritel minimarket serta supermarket.

Dadang mengatakan program Kartu Tani ini merupakan satu dari tiga program unggulan Kartu PUMR, selain Kartu Wirausaha dan Kartu Guru ngaji yang akan menjadi prioritas saat dirinya memimpin Kabupaten Bandung.

Diketahui, pasangan Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan ini diusung oleh PKB, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka pun didukung partai non-parlemen, seperti Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

(rls)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).