Perekenomian Pasar Baru “Diblokir” Pemerintah, Pedagang Gelar Demo

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejumlah pedagang Pasar Baru demo di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Senin (28/9/2020).


Para pedagang demo memprotes penutupan Jalan Otista, di depan area Pasar Baru.

Pedagang keberatan karena penutupan jalan terjadi saat jam ramai pembeli.

Seorang pedagang suvenir pernikahan, yang tak ingin disebut identitasnya mengaku, pembeli di tokonya berkurang drastis.

Ia menyayangkan penutupan jalan saat waktu ‘emas’ atau produktif bagi pedagang.

Padahal, perputaran ekonomi pedagang tengah diupayakan pulih.

“Saat mulai pulih setelah PSBB, omzet bisa mencapai dua hingga tiga juta rupiah dari empat toko,” ucapnya kepada Radar Bandung.

“Sekarang sejuta saja susah, kemarin juga tidak sampai satu juta. Hari ini ibaratnya belum penglaris,” ungkapnya.

“Penutupan jalan di jam emas pedagang. Pengunjung Pasar Baru sekarang datang di atas jam 12.00, sangat jarang pengunjung datang pagi. Saat ditutup pukul 14.00 hingga 16.00 sore ini waktu produktif,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, para pedagang menuntut jalan tetap dibuka saat jam produktif.

Penutupan jalan juga seakan membuat Pasar Baru seolah menjadi terisolasi.

Selain itu, menggiring kesan masyarakat bahwa, Pasar Baru wilayah kritis. Sehingga para pembeli nantinya dikhawatirkan semakin enggan ke Pasar Baru.

“Kita cuma mohon di jam produktif tadi jalan dibuka. Jika akan ditutup lagi setelah itu ya tidak ada masalah. Kalau mau ditutup dari jam empat sore sampai jam delapan pagi kami tidak masalah,” tegasnya.

“Kami menuntut jalan dibuka di masa-masa produktif. Toh, pemerintah juga bisa memberi atensi lebih juga saat jam produktif, misalnya, dengan penambahan pengawasan, seperti penambahan personel Satpol PP,” imbuhnya.

Aksi ini dikatakan merupakan inisiatif para pedagang. Dalam hal ini, Pemkot Bandung diminta meninjau ulang kebijakan penutupan jalan di Otista.

“Saya setuju ikut demo karena ini juga tidak mengatasnamakan satu organisasi atau himpunan saja, tapi atas nama kelompok pedagang, bahkan tadi yang luar biasanya yang ikut demo itu bukan hanya karyawan tapi juga para pemilik-pemiliknya,” terangnya.

“Saya dengar Pemkot sedang membahas ini. Jadi, pedagang memberi waktu 1×24 jam bagi Pemkot,” ucapnya.

“Kalau tuntutan ini tidak digubris mungkin besok akan turun (aksi) lagi. Tapi saya belum tahu pasti perkembangannya,” timpalnya.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan menyampaikan, aksi dilakukan pedagang yang kecewa atas kebijakan pemerintah.

Loading...

loading...

Feeds