Dalam 4 Tahun, Pegawai Tetap KPK Terbanyak Mundur di Era Firli Bahuri

POJOKBANDUNG.com – Internal lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menjadi sorotan publik. Hal itu akibat banyaknya pegawai yang mundur. Pada tahun ini tercatat ada 37 pegawai yang keluar.


Terkait itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menganggap wajar mundurnya pegawai dari sebagai lembaga atau institusi. Sebab, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di KPK, melainkan di lembaga lainnya juga mengalami kondisi serupa.

“Alasan pengunduran diri tersebut beragam. Namun, lebih banyak karena ingin mengembangkan karir di luar instansi KPK,” kata Ali kepada wartawan, Sabtu (26/9).

Ali menjelaskan, pengunduran pegawai di KPK bukan kali ini saja terjadi. Pada 2016 sebanyak 46 terdiri dari 16 pegawai tetap dan 30 pegawai tidak tetap mundur. Pada 2017 sebanyak 26 pegawai terdiri dari 13 pegawai tetap dan 13 pegawai tidak tetap.

Pada 2018 sebanyak 31 pegawai terdiri dari 22 pegawai tetap dan 9 pegawai tidak tetap mundur. Pada 2019 sebanyak 23 pegawai terdiri dari 14 orang pegawai tetap dan 9 orang pegawai tidak tetap mundur. Dan pada 2020 selama periode Januari – September ada 31 pegawai terdiri dari 24 pegawai tetap dan 7 pegawai tidak tetap mundur.

Dari data tersebut, terlihat bahwa selama 4 tahun terakhir KPK era Firli Bahuri menjadi yang terbanyak pegawai tetap mundur dengan jumlah 24 pegawai. Disusul pada periode 2018 dengan 22 pegawai.

Lebih lanjut, Ali memastikan, KPK mendukung pegawai yang ingin mengembangkan diri di luar organisasi. Bahkan mendorong para alumni KPK menjadi agen antikorupsi berbekal pengalaman di KPK.

“Keputusan untuk keluar dari lembaga atau bertahan di lembaga untuk tetap berjuang dari dalam menjaga KPK sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di tengah kondisi yang tidak lagi sama, adalah pilihan yang kami semua pahami sama-sama tidak mudah,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundurkan diri sejak Januari-September 2020. Tercatat sudah 37 pegawai, termasuk Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah yang memilih angkat kaki dari KPK.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku akan mengevaluasi sistem kepegawaian KPK. Namun, pimpinan KPK tetap menghomati apapun alasannya para pegawai tersebut mengundurkan diri. “Kami akan mengevaluasi sistem kepegawaian KPK. Namun juga kami menghormati keputusan pribadi pegawai KPK dengan apapun alasannya,” kata Ghufron dalam keterangannya, Sabtu (26/9).

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

Pordi Bersiap Menjadi Bagian dari KONI

Permainan Domino sangat populer di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bahkan di Sulawesi Selatan sudah menjadi budaya seperti acara pesta biasanya …