Sosialisasi Pilkada Bandung Minim, Target 75 Persen Pemilih Bakal Gagal

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Masih banyaknya warga Kabupaten Bandung yang belum mengetahui tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung, dinilai bisa membuat target Pilkada Kabupaten Bandung yaitu 75 persen pemilih, tidak tercapai.


Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Riki Ganesa mengakui masih banyaknya masyarakat Kabupaten Bandung yang belum mengetahui bahwa tanggal 9 Desember 2020, merupakan hari pencoblosan. Menurutnya, dengan waktu yang pendek, seharusnya pihak penyelenggara dalam hal ini adalah KPU, harus lebih masif melakukan sosialisasi Pilkada ini.

“Ya KPU harus lebih masif menyebarkan informasi ke publik. Karena memang harus diakui, masyarakat di lapangan masih belum tahu,” ujar Riki saat dihubungi via telepon, Kamis (24/9).

Terkait dengan KPU Kabupaten Bandung yang lebih memilih sosialisasi dengan cara live streaming di media sosial. Kata Riki, jumlah penonton dari live streaming tersebut tidak lebih dari 500 orang. Oleh karena itu, peran dari media harus terus dilibatkan.

“Kalaupun memang ada anjuran PKPU, ya seyogyanya memang informasi itu harus diberikan jauh-jauh hari. Sehingga, enak bagi kedua belah pihak,” tutur Riki.

Riki meminta KPU Kabupaten Bandung  memperbaiki komunikasi dengan wartawan. Karena menurutnya, baik media cetak maupun media elektronik berperan penting terkait dengan sukses atau tidaknya perhelatan Pilkada ini. Apalagi, gelaran pesta demokrasi ini, kata Riki, begitu luar biasa memakan anggaran.
L

“Jadi, peran media cetak dan media elektronik itu tidak bisa disepelekan atau tidak bisa dipisahkan untuk kesuksesan Pilkada serentak ini,” kata Riki.

Informasi yang diberikan kepada masyarakat harus aktual dan selalu update. Jadi, jika ada sekat antara penyelenggara Pilkada dengan wartawan maka tidak bisa berharap banyak terhadap kesuksesan pesta demokrasi ini.

“Perbaiki komunikasi lah dengan teman-teman media,” ujarnya.

Tolak ukur kesuksesan semua penyelenggara pemilu itu adalah tercapainya kualitas demokrasi kemudian maksimalnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih. Sumber berita dan informasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Ya KPU harus intropeksi, harus lebih elegan dengan teman-teman (media), membuka ruang komunikasinya” tegas Riki.

Jika pola dan metode KPU Kabupaten Bandung seperti sekarang, maka kata Riki, harapan mengenai Pilkada Kabupaten Bandung bisa mengundang 75 persen pemilih, tidak akan berhasil.

“KPU harus punya daya ungkit untuk melakukan pola kemudian metode yang lebih baik lagi,” pungkas Riki.

(fik)

 

Loading...

loading...

Feeds

Pordi Bersiap Menjadi Bagian dari KONI

Permainan Domino sangat populer di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bahkan di Sulawesi Selatan sudah menjadi budaya seperti acara pesta biasanya …