Pedagang Pasar Baru Makan Ramai-ramai di Tengah Jalan, Protes Buka Tutup Jalan Otista

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pedagang Pasar Baru melakukan aksi damai di Jalan Otista, tepatnya di depan bangunan Pasar Baru Trade Center.


Bentuk aksinya, pedagang melakukan botram di tengah jalan Otista saat ruas jalan tersebut ditutup aparat.

“Saya rasa secara psikologis ini merupakan bentuk protes para pedagang atas keputusan pemerintah yang menutup Jalan Otista sebagai jalan utama akses ke Pasar Baru,” ungkap Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Para pedagang menggelar makan bersama atau yang disebut botram di dua titik di sepanjang Jalan Otista yang terkena penutupan jalan oleh aparat.

Aksi damai digelar sekitar pukul 14.30 Wib melibatkan sekitar 30-40 pedagang.

Iwan mengaku paham atas digelarnya aksi tersebut, yang merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah atas penutupan beberapa ruas jalan di Kota Bandung, termasuk Jalan Otista.

“Dengan ditutupnya Jalan Otista, otomatis mematikan perekonomian di Pasar Baru. Ini bagaimana sih, katanya dibuka tutup ini agar perekonomian tidak hancur. Tapi dengan begini perekonomian kan jadi mati,” bebernya.

Sebelum ada penutupan jalan pasca diberlakukannya AKB, kondisi pedagang Pasar Baru sudah sangat memprihatinkan. Banyak pedagang yang tidak bisa buka toko karena tidak ada pembeli.

“Sebelum ditutup saja, pengunjung sudah turun 90% apalagi sekarang,” tambahnya.

Pedagang Pasar Baru Botram, Protes Buka Tutup Jalan Otista

Iwan mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan nota kepada Sekda Kota Bandung yang isinya meminta agar penutupan Jalan Otista bisa dilakukan malam hari.

“Kalau malam hari akan dilakukan penutupan sepanjang malam, silakan saja,” tegasnya.

Iwan sendiri mempertanyakan urgensi dari penutupan jalan ini. “Kalau di satu titik jalan ditutup. Apa ada jaminan tidak ada kerumuman di titik lain,” ungkapnya.

Untuk itu, Iwan meminta jika memang ada penutupan di beberapa ruas titik, harusnya ada pengawasan di titik lain agar kerumunan tidak pindah lokasi.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds