Selamat Jalan Alfred Riedl

This picture taken in Jakarta on December 29, 2010 shows Austrian Alfred Riedl (2L) standing next to Indonesian players (R) after the final match of the Suzuki Cup 2010 between Indonesia and Malaysia. The newly-elected head of the Indonesian Football Association has sacked national team coach Riedl, an association spokesman said on July 14, 2011.    AFP PHOTO / ADEK BERRY (Photo by ADEK BERRY / AFP)

This picture taken in Jakarta on December 29, 2010 shows Austrian Alfred Riedl (2L) standing next to Indonesian players (R) after the final match of the Suzuki Cup 2010 between Indonesia and Malaysia. The newly-elected head of the Indonesian Football Association has sacked national team coach Riedl, an association spokesman said on July 14, 2011. AFP PHOTO / ADEK BERRY (Photo by ADEK BERRY / AFP)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Mantan pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl meninggal dunia. Riedl wafat pada Senin malam (7/9) waktu setempat di kampung halamannya, Wina, Austria. Riedl berpulang pada usia 70 tahun.


Riedl membesut Indonesia pada tiga termin. Yakni pada 2010-2011, lalu 2013-2014, dan terakhir pada 2016. Sepanjang karirnya bersama tim nasional, Riedl membawa Indonesia dua kali menjadi runner-up Piala AFF. Masing-masing pada 2010 dan 2016.

Laporan meninggalnya Riedl ditulis oleh beberapa media Austria antara lain Sport24 dan Kurier. Menurut media-media tersebut, Riedl meninggal karena penyakit kanker yang memang sudah lama dia derita. “Sulit menandingi kesuksesan Riedl sebagai salah seorang pemain tersukses di Austria,” tulis Kurier.

Bersama Austria Wien, Riedl menjadi juara Budesliga Austria dua kali pada 1968-1969 dan 1969-1970. Selain itu, dia juga membantu Wien menjadi kampiun Piala Austria pada 1970.

Riedl lantas berkontribusi saat tim Grazer AK merebut Piala Austria pada musim 1980-1981. Sebagai striker, dia adalah pemain yang sangat subur. Riedl menjadi top scorer liga tertinggi Austria pada 1971-1972.

Setelah dari Austria, Riedl berkarir di Belgia, memperkuat FC Antwerp (1974-1976) dan Standard Liege (1976-1980). Bersama Antwerp, Riedl dua kali menjadi top scorer yakni pada musim 1972–1973 dan 1974–1975. Riedl juga sempat memperkuat tim Prancis, FC Metz.

Riedl hanya empat kali memperkuat tim nasional Austria. Sebab, saat itu persaingan untuk masuk timnas sangat keras. Riedl harus berkompetisi dengan nama-nama besar sepak bola Austria antara lain Hans Krankl, Walter Schachner, Franz Oberacher, sampai Kurt Welzl.

Riedl memulai karirnya sebagai pelatih ketika membesut tim asal Wina, Wiener Sport-Club pada 1989-1990. Setelah itu, dia sempat melatih timnas Austria. Tetapi hanya bertahan satu tahun yakni 1990-1991.

Riedl memulai petualangannya di Asia Tenggara ketika melatih tim nasional Vietnam pada 1998 sampai 2000. Riedl meninggalkan kesan yang mendalam pada sepak bola Vietnam. Pada 2007, Riedl yang bergelut dengan isu kesehatan, pernah menerima donor ginjal dari seorang warga Vietnam.

Sama seperti di Indonesia, Riedl juga melatih Vietnam dalam tiga termin. Setelah pergi pada 2000, Riedl datang lagi ke Vietnam pada 2003-2004 dan 2005-2007.

Selain Vietnam dan Indonesia, negara Asia Tenggara lain yang pernah merasakan sentuhan kepelatihan Riedl adalah Laos pada 2009-2010. Riedl juga pernah menjadi direktur teknik Laos pada 2009-2010.

Saat masih melatih Indonesia, Riedl selalu berusaha membuat wartawan yang meliput timnas disiplin dalam melakukan tugas. Riedl tidak pernah mau menunggu untuk sebuah pertanyaan dari jurnalis.

 

Riedl kerap mengatakan ‘you need me’ atau ‘kalian membutuhkan saya’ kepada wartawan usai memimpin latihan atau pertandingan.

(jpc/radarbandung)

Loading...

loading...

Feeds