Cara Racik Narkoba Gorila, Pemuda Bandung Ini Temukan di YouTube

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satresnarkoba Polres Cimahi menggerebek kos kosan yang ditinggali RY (19) seorang pembuat, sekaligus pengedar narkoba.


RY diciduk dari kosannya, yang juga ia jadikan tempat produksi narkoba berupa tembakau sintetis atau gorila di Babakan Jeruk 1 Kel. Sukagalih, Kec. Sukajadi, Kota Bandung.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, RY tertangkap setelah pihaknya melakukan pengembangan kasus pelanggan RY yang tertangkap di Kebon Kopi, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.

“Selama tiga pekan anggota Satres Narkoba melakukan pendalaman. Dari hasil pendalaman itu tertangkaplah RY yang merupakan pembuat narkoba jenis tembakau sintetis,” kata Yoris, Senin (7/9/2020).

Dari pengakuan tersangka kepada polisi, RY sudah menjalankan bisnis haramnya sejak tahun 2018.

Agar keberadaannya tidak mudah tercium petugas, tersangka selalu berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya.

Saat ditangkap tersangka (RY) mengakui membuat tembakau gorila. Ia mengaku belajar secara online dari media sosial, YouTube dan Instagram.

Yoris menjelaskan, tersangka dapat menghasilkan 5 kilogram tembakau gorila siap edar dengan ukuran kemasan dari 5, 10, 15, 20, 25, 30 hingga 35 gram.

Satu paket tembakau gorila dengan ukuran 5 gram dijual dengan harga Rp 400 ribu ke pulau Jawa dan Sumatera.

“Kami tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap peredaran dan penyalahguna narkoba. Bagi pengguna segera hentikan, dan jangan pernah untuk mencoba,” tuturnya.

Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam Wijaya mengungkapkan, pengiriman narkoba oleh tersangka dilakukan melalui jasa ekspedisi darat.

“Betul tersangka memanfaatkan jasa ekspedisi. Tapi dia juga melakukan transaksi dengan cara sistem tempel, dan memasarkannya melalui media sosial,” kata Andri.

Untuk mengelabui pihak jasa ekspedisi, barang diselipkan dalam kain agar tidak mudah terdeteksi.

“Jadi selama ini tersangka juga sudah memiliki pelanggan tetap,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 112 dan 113 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun hingga hukuman mati.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …